Terjebak Google Map, Truk Bermuatan Hebel dari Karawang Nyaris Terguling di Tanjakan Benyeng

ED
Rabu, 27 Desember 2023 | 17:09 WIB
Bagikan
Terjebak Google Map, Truk Bermuatan Hebel dari Karawang Nyaris Terguling di Tanjakan Benyeng

VISI.NEWS | BALEENDAH - Sebuah truk bermuatan hebel dari Karawang mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Benyeng, Jelekong, Baleendah, Kabupaten Bandung. Truk tersebut nyaris terguling setelah tidak kuat menanjak karena salah masuk jalur akibat terjebak Google Map.

Sopir truk, Rudi (35), mengatakan bahwa ia mengikuti petunjuk Google Map untuk mencari jalan pintas menuju menuju Arjasari. "Saya lihat di Google Map dari pangkalan ojeg lewat sini jalannya tidak terlalu jauh dibandingkan lewat Banjaran atau Ciparay. Ternyata tanjakannya sangat curam dan truk tidak kuat melewati tantangan ini, " ungkap Rudi sambil meminta bantuan teman-temannya dari perusahaan tebel itu untuk segera datang membantunya.

Namun, ia tidak menyangka bahwa jalur yang ditunjukkan oleh aplikasi tersebut adalah jalan sempit nanjak sekali yang tidak cocok untuk kendaraan besar.

"Saya dari Karawang mau antar hebel ke Arjasari. Saya pakai Google Map biar cepat sampai. Tapi ternyata malah masuk ke jalan ini. Saya kira bisa lewat, tapi pas sampai di tanjakan ini, truk saya nggak kuat.Akhirnya mundur dan nyaris terbalik," ujar Rudi.

Akibat kejadian tersebut, menurut beberapa warga kepada VISI.NEWS, Rabu (27/12/2023), truk mengalami kerusakan di bagian belakang dan samping, sementara sebagian hebelnya berserakan. "Truk yang mengalami musibah pada Sabtu itu baru bisa dievakuasi pada Selasa malam setelah ada dua mobil dari perusahaan itu datang ke sini,dan membantu mengevakuasi," ungkap Ahmad, saksi mata.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandung, Kompol Mangku Anom, mengimbau kepada pengemudi truk atau bus agar tidak sembarangan mengikuti Google Map tanpa memperhatikan kondisi jalan.

"Kami menghimbau kepada pengemudi truk atau bus agar tidak asal pakai Google Map. Harus lihat dulu kondisi jalannya, apakah bisa dilewati oleh kendaraan besar atau tidak," kata Mangku Anom.

Salah satu warga setempat, M Hendi (60), mengatakan bahwa kecelakaan serupa sering terjadi di tanjakan Benyeng. Ia mengaku khawatir dengan keselamatan pengguna jalan yang melintas di sana, terutama saat hujan atau malam hari.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.