Terima Kunjungan DPD PAI, Hj. Emma Dety Bahas Potensi Budidaya Anggrek untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
"Memelihara anggrek ini bisa menjadi sumber pendapatan, apalagi anggrek yang langka dan bagus harganya tidak terstandar. Harganya lebih pada nilai seni. Tidak ada standar," ujar Tisna.
Oleh karena itu, imbuh Tisna Umaran, di wilayah Kabupaten Bandung berpotensi menjadi induk bisnis anggrek."Potensi sekali kalau anggrek dikembangkan di Kabupaten Bandung. Memang anggrek dari dulu sudah ada di Kabupaten Bandung dan potensinya sudah luar biasa," katanya.
Menurut Tisna, Dinas Pertanian berusaha untuk mendorong pengembangan budidaya anggrek menjadi lahan bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat.
Ia pun mengungkapkan, potensi permintaan anggrek dari luar negeri cukup tinggi. Apalagi, pengembangan anggrek di Kabupaten Bandung dekat dengan Kota Bandung, Bandung Raya serta Jakarta. "Anggrek yang dihasilkan di kita itu ekslusif, bisa diekspor ke Taiwan, Singapura, dan negara lainnya dengan standar kualitas anggrek yang bagus," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PAI Provinsi Jawa Barat Romlah Wikardi, mengatakan, anggrek sangat berpotensi sebagai peluang bisnis di Jawa Barat. "Bisnis anggrek sangat menjanjikan. Potensi pertaniannya luar biasa, mulai dari penyilangan sampai pembibitan anggrek," kata Romlah.
Ia berharap pengembangan budidaya anggrek di Kabupaten Bandung lebih cepat dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. "Anggrek bisa menjadi agrowisata," ungkapnya.
Romlah juga berharap agar pengembangan anggrek di Kabupaten Bandung bisa memasyarakat sampai ke level bawah. "Insya Allah anggrek itu tanaman yang mempunyai nilai tinggi," pungkasnya.@gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!