Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Tekanan Saham Perbankan Membuat IHSG Ambruk Pagi Ini

Desi Rossilawati
Senin, 11 Mei 2026 | 10:32 WIB
Bagikan
Tekanan Saham Perbankan Membuat IHSG Ambruk Pagi Ini

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin (11/5/2026), dengan tekanan cukup dalam. Pada awal sesi, IHSG ambles lebih dari 1 persen, terutama karena aksi jual pada saham saham big caps perbankan dan sejumlah emiten konglomerasi.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia per pukul 09.07 WIB, IHSG turun 97,41 poin atau 1,40 persen ke posisi 6.871,99. Tekanan terlihat meluas, dengan 419 saham melemah, sementara hanya 173 saham menguat dan 367 saham lainnya stagnan.

Pergerakan indeks sempat menunjukkan upaya pemulihan. IHSG sempat memantul dan memangkas koreksi menjadi 0,4 persen. Namun, penguatan singkat itu tidak bertahan lama. Selang beberapa menit, indeks kembali anjlok lebih dari 1 persen, menandakan tekanan jual masih dominan pada perdagangan pagi.

Aktivitas transaksi juga berlangsung ramai. Per pukul 09.24 WIB, nilai transaksi sudah mencapai Rp4,28 triliun, dengan volume perdagangan 8,33 miliar saham dalam 613 ribu kali transaksi. Besarnya nilai transaksi pada awal sesi memperlihatkan bahwa tekanan jual terjadi ketika pelaku pasar cukup aktif melakukan perpindahan posisi.

Mengutip Refinitiv, pemberat terbesar IHSG datang dari saham perbankan jumbo. PT Bank Mandiri Persero Tbk atau BMRI menjadi penekan utama indeks dengan kontribusi penurunan mencapai 27,39 poin indeks. Pada hari yang sama, saham BMRI memasuki periode ex date, sehingga pergerakannya ikut menjadi perhatian pasar.

Selain BMRI, sejumlah saham lain juga ikut menahan laju IHSG. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA memberi tekanan sebesar 8,38 poin, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk atau BREN sebesar 7,38 poin, PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA sebesar 6,72 poin, serta PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk atau BBRI sebesar 6,27 poin.

DSSA dan BREN masih melanjutkan koreksi menjelang pengumuman indeks MSCI pada 12 Mei 2026. Kedua saham tersebut diperkirakan akan keluar dari indeks global tersebut. Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Barito Pacific Tbk, hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk juga masuk jajaran top laggards indeks pagi ini.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.