Tata Terminal Cicaheum, Farhan Intensifkan Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan

Desi Rossilawati
Selasa, 2 Juni 2026 | 16:19 WIB
Bagikan
Tata Terminal Cicaheum, Farhan Intensifkan Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan

Terminal Cicaheum./visi.news/Pemprov Jabar.

VISI.NEWS | BANDUNG - Penataan Terminal Cicaheum yang tengah disiapkan Pemerintah Kota Bandung menunjukkan bahwa transformasi transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pengelolaan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak. Karena itu, pendekatan dialog yang diambil Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjadi bagian penting dalam proses menuju sistem transportasi yang lebih terintegrasi.

Rencana pengembangan Bus Rapid Transit atau BRT di Bandung Raya membawa konsekuensi perubahan terhadap pola operasional angkutan umum yang selama ini berpusat di Terminal Cicaheum. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran dari pedagang maupun operator kendaraan umum yang menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan tersebut.

“Kami terus berdialog dengan para pedagang maupun operator kendaraan umum yang ada di Cicaheum. Tentu perlu ada penyesuaian, dan penyesuaian itu sedang dilakukan agar skenario yang disusun dalam kerangka BRT ini bisa didukung oleh semua pihak,” kata Farhan dalam keterangannya dikutip, Selasa (2/6/2026).

Dalam konteks pembangunan transportasi perkotaan, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga penerimaan masyarakat. Pemerintah Kota Bandung tampaknya berupaya menghindari potensi gejolak yang kerap muncul dalam proses penataan kawasan transportasi dengan membuka ruang komunikasi bagi kelompok yang terdampak.

“Ini persoalan dialog. Bagaimana caranya kita bisa berdialog dan mencari titik temu agar semua pihak dapat memahami tujuan besar dari pengembangan sistem transportasi ini,” ujarnya.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah masa depan angkutan kota. Selama ini, muncul kekhawatiran bahwa kehadiran BRT akan mengurangi peran angkot. Namun Farhan menegaskan bahwa angkot tetap akan menjadi bagian dari sistem transportasi baru.

“Angkot bukan dipindahkan. Dalam konsep BRT nanti, angkot akan berfungsi sebagai feeder yang terus bersirkulasi menghubungkan kawasan permukiman dengan koridor utama transportasi massal,” jelasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.