Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Tarif Trump Ganggu Industri Teknologi, Google dan Meta Tetap Cuan dari AI

Desi Rossilawati
Jumat, 2 Mei 2025 | 20:40 WIB
Bagikan
Tarif Trump Ganggu Industri Teknologi, Google dan Meta Tetap Cuan dari AI
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Konflik dagang terbaru antara Amerika Serikat dan China makin memanaskan persaingan global, terutama di sektor teknologi. Di tengah ketegangan yang dipicu oleh Presiden AS Donald Trump dengan kebijakan tarif resiprokal hingga 145% terhadap barang impor China, sejumlah raksasa teknologi mulai merasakan dampaknya. Kebijakan ini secara khusus menyasar sektor manufaktur dan teknologi canggih, termasuk pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan (AI) ke China. Akibatnya, perusahaan-perusahaan seperti Qualcomm, Intel, Apple, dan Amazon dilaporkan mengalami tekanan serius. Bahkan raksasa Korea Selatan, Samsung, ikut memperingatkan kemungkinan terganggunya bisnis mereka. Namun, tak semua perusahaan terdampak negatif. Microsoft, Alphabet (induk Google), dan Meta (induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp) justru menunjukkan kinerja positif pada kuartal pertama 2025. Ketiganya berhasil mencetak laba dari layanan dan pengembangan AI yang kini mulai menghasilkan profit nyata. "Tak ada dampak pada bisnis Google dan Microsoft karena mereka tidak menggarap bisnis konsumen. Kalau melihat ke Apple dan Amazon, kasusnya akan berbeda," ujar analis D.A. Davidson, Gil Luria, kepada Reuters. "Apple akan terdampak. Sangat sedikit upaya yang mereka bisa lakukan untuk menghindari dampak tarif. Untuk Amazon, disrupsi akan lebih terlihat pada sisi ritel karena kebanyakan penjual mereka berbasis di China," tambahnya. Apple disebut sedang mengalihkan sebagian produksi iPhone ke India sebagai langkah antisipasi. Sementara di sisi lain, penjual berbasis China di Amazon mulai menahan diskon dan fokus menjaga margin keuntungan. Meski saat ini produk elektronik belum termasuk dalam daftar tarif 145%, pemerintah AS disebut tengah menyiapkan aturan tarif tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat, yang bisa makin memperparah tekanan di sektor ini. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.