Tarif Trump dan Inflasi Picu Kenaikan Harga Emas Dunia dan Lokal
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 17 April 2025 | 23:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Sepanjang tahun 2025, harga emas baik di pasar internasional maupun dalam negeri mengalami lonjakan signifikan. Emas kembali menunjukkan perannya sebagai aset 'safe haven', menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik yang terus memanas.
Harga emas dunia telah mencapai 113,9 dolar AS per gram atau sekitar Rp 1.919.908 (dengan kurs Rp 16.840 per dolar AS) mengutip laporan The Express Tribune Selasa (15/4/2025). Di Indonesia, harga emas per gram pada Rabu (16/4/2025) tercatat mendekati level Rp 1.916.000. Kenaikan ini mempertegas daya tarik emas sebagai instrumen investasi yang relatif stabil di masa krisis.
Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Kebijakan tersebut memperburuk ketidakpastian ekonomi global, memicu kekhawatiran akan resesi di AS, serta memperkeruh konflik dagang antara AS dan Tiongkok. Akibatnya, banyak investor global beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman.
Tak hanya itu, lonjakan inflasi yang dibahas dalam pertemuan Federal Reserve (FOMC) turut memengaruhi sentimen pasar. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengungkapkan bahwa inflasi meningkat sejak pengumuman tarif, yang bisa mendorong suku bunga tetap tinggi dalam waktu lama kondisi yang bisa menahan laju emas, meski permintaan tetap tinggi jika resesi terjadi.
Kepala Riset Augmont, Dr. Renisha Chainani, menekankan bahwa kombinasi ketidakpastian tarif, inflasi tinggi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta ketegangan geopolitik menjadikan emas sebagai aset yang sangat layak dipertimbangkan saat ini. Bahkan bank sentral, investor besar, hingga industri global terus memperbesar portofolio emas mereka dalam beberapa tahun terakhir. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!