Tarif Disepakati, Proyek Panas Bumi Lahendong Siap Tancap Gas
Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tarif yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. /visi.news/ist
Sebelumnya, pada Desember 2025, PGE dan PLN IP juga telah mengamankan kesepakatan tarif untuk proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW. Kedua proyek ini menjadi bagian dari sinergi dua BUMN energi dalam mengembangkan potensi panas bumi di 19 wilayah kerja dengan total kapasitas sekitar 530 MW.
Sebagai salah satu pelopor pengembangan energi panas bumi di Indonesia, PGE telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Saat ini, perusahaan mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi. Selain itu, berbagai proyek baru tengah dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Di tengah dorongan global menuju energi rendah karbon, langkah konsorsium ini menjadi sinyal kuat bahwa panas bumi masih menjadi tulang punggung energi bersih Indonesia. Dengan teknologi yang semakin efisien dan dukungan kebijakan yang kian solid, proyek-proyek seperti Lahendong diyakini akan memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan energi sekaligus menekan emisi di masa depan.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!