Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026

Tangisan Warga Sukahaji Pecah Saat Jongko Kayu Mereka Dilalap Api

Desi Rossilawati
Jumat, 11 April 2025 | 11:00 WIB
Bagikan
Tangisan Warga Sukahaji Pecah Saat Jongko Kayu Mereka Dilalap Api

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Suasana mencekam menyelimuti kawasan Sukahaji, Jalan Terusan Pasir Koja, Gang Satata Sariksa, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung pasca kebakaran pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 24.00 WIB.

Akibat kebakaran tersebut menghanguskan deretan jongko kayu milik warga. Bukan hanya menghanguskan lapak dagangan, tetapi juga meruntuhkan sumber penghidupan sebagian besar warganya. Api yang menjalar cepat dalam waktu singkat menyisakan tangisan dan keputuasaan.

Derai air mata pecah mengalami penyesalan warga. Bagi mereka jongko kayu itu bukan sekedar tempat berdagang tapi itu sebagai satu-satunya tempat mereka mencari nafkah.

“Suami saya kerja disana, sekarang semuanya habis. Bingung mau kerja dimana lagi sedangkan semua pendapatan semuanya disana,” ungkap istri seorang pedagang kayu yang sehari-hari menggantungkan hidupnya di jongko tersebut, Jum’at (11/05/2025).

Menurut keterangan warga, hampir 90% penduduk di sekitar lokasi bekerja di kompleks jongko itu sebagai pedagang kayu. Kini, mereka kehilangan arah, tak tahu harus mulai dari mana.

Petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api setelah berjibaku selama hampir tiga jam lebih. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Warga berharap masalah ini cepat selesai dan ada perhatian dari pemerintah dan pihak terkait agar mereka bisa kembali bangkit dan memiliki tempat mencari nafkah.

"Kami nggak minta banyak. Cuma pengen bisa kerja lagi, bisa makan lagi," lanjut istri seorang pedagang kayu.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.