Tanggal 21 Mei Diperingati Sebagai Hari Reformasi

ED
Rabu, 21 Mei 2025 | 04:23 WIB
Bagikan
Tanggal 21 Mei Diperingati Sebagai Hari Reformasi

VISI.NEWS | BANDUNG - Tanggal 21 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Reformasi di Indonesia. Hari ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan demokrasi bangsa, menandai berakhirnya rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Reformasi menjadi titik balik dalam sistem pemerintahan, politik, dan kehidupan sosial di Indonesia.

Momentum Reformasi dimulai pada tahun 1998, ketika terjadi krisis ekonomi yang melanda Asia dan menghantam perekonomian Indonesia secara serius. Nilai tukar rupiah anjlok, inflasi meroket, dan pengangguran meningkat tajam. Keadaan ini diperburuk oleh ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan Orde Baru yang dianggap otoriter dan sarat dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Puncak tekanan terjadi pada Mei 1998, saat demonstrasi mahasiswa pecah di berbagai kota besar. Universitas-universitas menjadi pusat pergerakan, dengan tuntutan utama agar Soeharto mundur dari jabatan presiden. Demonstrasi terbesar berlangsung di Jakarta, dengan ribuan mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR sejak pertengahan Mei.

Pada tanggal 12 Mei 1998, tragedi berdarah terjadi di Universitas Trisakti, Jakarta, ketika aparat keamanan menembak mati empat mahasiswa yang sedang berdemonstrasi. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan memperluas gelombang protes di seluruh negeri. Kerusuhan massal pun terjadi di berbagai wilayah, terutama di Jakarta, menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa.

Setelah tekanan semakin kuat dari masyarakat, mahasiswa, dan bahkan elite politik serta militer, Presiden Soeharto akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada 21 Mei 1998. Dalam pidato singkatnya di Istana Merdeka, ia menyatakan mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden B.J. Habibie. Keputusan tersebut menandai berakhirnya era Orde Baru dan dimulainya era Reformasi.

Sejak saat itu, berbagai agenda reformasi mulai dijalankan, termasuk amandemen UUD 1945, pemilihan umum yang lebih demokratis, pembatasan masa jabatan presiden, pembentukan lembaga independen seperti KPK, serta penguatan hak asasi manusia dan kebebasan pers. Reformasi juga membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam kehidupan politik dan sosial.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.