Tanda-Tanda Tubuh Mengalami Kelebihan Gula dan Pentingnya Mengontrol Konsumsinya
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 28 November 2024 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Konsumsi berlebihan makanan manis dapat berdampak buruk bagi kesehatan karena dapat meningkatkan kadar gula darah, yang berpotensi menyebabkan hiperglikemia atau kelebihan gula dalam darah. Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko penyakit diabetes serta komplikasi lain akan meningkat. Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah merekomendasikan batas maksimal konsumsi gula harian sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Tahun 2013, yaitu 10 persen dari total asupan energi, setara dengan 200 kalori.
Namun, apa sajakah tanda-tanda tubuh ketika kadar gula melebihi batas?
1. Rasa Haus dan Frekuensi Buang Air Kecil yang Tinggi
Sering haus dan buang air kecil menandakan kelebihan gula, di mana ginjal bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan glukosa surplus.
2. Rasa Lapar yang Berlebihan dengan Penurunan Berat Badan
Meskipun sering merasa lapar, orang dengan gula darah tinggi dapat mengalami penurunan berat badan yang tidak sehat, karena tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi dan mulai memecah otot dan lemak.
3. Kelelahan yang Berlebihan
Kelelahan sering kali muncul ketika tubuh tidak dapat memproses insulin secara efektif, sehingga gula tetap berada di darah dan tidak dijadikan energi.
4. Penglihatan Buram dan Sakit Kepala
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan pada lensa mata dan berujung pada penglihatan yang buram serta sakit kepala.
5. Luka yang Sulit Sembuh
Penderita gula darah tinggi dapat mengalami kesulitan dalam penyembuhan luka karena gangguan sirkulasi darah akibat diabetes.
6. Sensasi Kesemutan di Kaki dan Tangan
Kadar gula yang tidak terkontrol dapat menyebabkan neuropati diabetik, yang menimbulkan sensasi kesemutan atau bahkan mati rasa.
7. Perubahan pada Kulit
Kulit dapat menunjukkan gejala kutil dan penebalan di area tertentu, sebagai indikasi resistensi insulin.
8. Munculnya Infeksi Jamur
Hiperglikemia membuat pasien diabetes lebih rentan terhadap infeksi jamur, terutama di area genital.
9. Pendarahan pada Gusi
Penyakit gusi dapat menjadi komplikasi diabetes, di mana tingginya kadar glukosa dalam air liur memicu pertumbuhan bakteri dan pembentukan plak, yang beresiko menyebabkan infeksi lebih lanjut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!