Syakieb Sungkar Tampilkan Karya Modern Art pada Pameran Lukisan 'Art Kembang Kayu' di Alam Sutera

ED
Kamis, 24 Maret 2022 | 08:31 WIB
Bagikan
Syakieb Sungkar Tampilkan Karya Modern Art pada Pameran Lukisan 'Art Kembang Kayu' di Alam Sutera

VISI.NEWS | JAKARTA - Perupa Syakieb Sungkar bersama sembilan seniman lainnya akan menggelar karya seni mereka pada 'Art Kembang Kayu' di TEKA Real Wood Flooring Gallery Jl. Jalur Sutera Kav. 29B, No.36-37 Paku Alam, Alam Sutera, Tangerang Selatan, 26 Maret – 10 April 2022. Ke sembilan pelukis yang akan pameran bareng hasil karyanya bersama Syakieb yakni Amrus Natalsya, KP Hardi Danuwijoyo, Nisan Kristiyanto, Erman Sadin, Sarnadi Adam, Indyra, Sukriyal Sadin, Chryshnanda Dwilaksana dan Revoluta S.

Baca juga 10 Pelukis Pamer Karya Bareng di TEKA Real Wood Flooring Gallery Tangerang

Pada pameran kali ini, pelukis multi talenta tersebut, dengan sengaja membuat lukisan yang mengangkat elemen-elemen modern art: lirisisme abstrak dan citraan impresionistik yang sudah klasik. Dengan itu ia mengambil serpihan-serpihan karakter Gerald Pieter Adolfs, Ahmad Sadali, Umi Dahlan, Mark Rothko dan Antoni Tapies untuk disusun kembali menjadi imaji yang baru. Hal itu terlihat pada “Red Christmas”, sebuah jukstaposisi dari gunungan Sadali yang biasanya memberi nafas Islami, kali ini dibuatnya menjadi pohon Natal dengan background berwarna merah - di mana hal itu mengingatkan kita pada gradasi warna Mark Rothko. Pada bagian bawah ‘pohon Natal’ ada hadiah-hadiah yang berwarna coklat dengan ‘ikatan tali’ yang biasanya menjadi simbolisasi tanda silang yang sering terdapat pada karya-karya Antoni Tapies. Tak lupa ia menaburkan prada di sana-sini agar nafas Umi Dahlan terasa pada karyanya.

Karya ini diciptakan dengan sengaja oleh Syakieb Sungkar, khusus untuk pameran ini, yang merespon penggunaan karya lukis sebagai dekorasi interior.

Semangat yang serupa terdapat pada “Makrokosmos”. Ada pesan lingkungan dalam karya ini. Lukisan dibagi atas dua bidang, pada bagian atas adalah makrokosmos yang direpresentasikan menjadi langit berwarna merah dengan sentuhan corak tradisional-etnis.

Makrokosmos yang menciptakan alam semesta, namun dirusak oleh mikrosmos, yaitu manusia. Sementara pada bagian bawah gambar adalah cerminan mikrokosmos, suatu dataran tempat manusia berada yang bentuknya mirip dengan benua Australia.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.