Super Flu Mengintai? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

ED
Sabtu, 10 Januari 2026 | 04:56 WIB
Bagikan
Super Flu Mengintai? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

VISI.NEWS | BANDUNG - Cuaca ekstrem yang dibarengi penurunan daya tahan tubuh berpotensi memicu berbagai penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan. Belakangan, masyarakat ramai membicarakan istilah super flu, yang kerap dikaitkan dengan lonjakan kasus influenza dan kabar kematian di sejumlah daerah.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair), Wiwin Effendi, menegaskan bahwa super flu sejatinya bukan istilah medis. Istilah tersebut hanya sebutan populer di masyarakat untuk menggambarkan varian baru virus influenza yang penyebarannya dinilai lebih cepat.

“Super flu ini bukan istilah medis. Secara ilmiah, yang dimaksud adalah varian baru influenza tipe A,” ujar Wiwin kepada NU Online, Jumat (9/1/2026). Ia menekankan, kemunculan varian influenza baru bukanlah hal yang luar biasa dan tidak perlu menimbulkan kepanikan berlebihan.

Wiwin menjelaskan, sejak Agustus 2025 tenaga medis telah mendeteksi influenza A subtipe H3N2 yang memiliki laju penularan lebih tinggi. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan istilah super flu di tengah masyarakat, meski secara medis tetap dikategorikan sebagai influenza.

Ia memaparkan bahwa virus influenza terbagi menjadi empat tipe, yakni A, B, C, dan D. Influenza tipe D hampir tidak pernah ditemukan pada manusia, sementara tipe B dan C populasinya relatif kecil. “Kasus terbanyak justru berasal dari influenza tipe A,” jelas Wiwin, yang juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU).

Menurutnya, subtipe H3N2 dapat berasal dari hewan maupun burung dan memiliki kemampuan mutasi yang cepat. Virus ini juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga masyarakat disarankan menjaga pola makan bergizi, istirahat cukup, serta menerapkan gaya hidup sehat.

Wiwin juga mengingatkan agar masyarakat tidak keliru mengonsumsi antibiotik saat terserang flu. “Flu disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Jika imun tubuh baik, infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya,” tegasnya. Gejala yang umum muncul antara lain demam, pilek, nyeri tenggorokan, dan tubuh terasa lemas.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.