Sultan HB X Ungkap Arahan Prabowo Soal Pemberantasan Korupsi dan Perbaikan Manajemen Pemerintahan
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 8 November 2024 | 07:45 WIB
VISI.NEWS | BOGOR - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, mengungkapkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait manajemen pemerintahan dan pemberantasan korupsi. Sultan HB X menyatakan bahwa Prabowo menekankan pentingnya langkah-langkah perbaikan untuk mengatasi kebocoran anggaran, dengan fokus pada upaya pemberantasan korupsi sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
"Saya kira penjelasan di samping program ya, tapi bicara juga menyangkut masalah manajemen pemerintahan, mencakup pemberantasan korupsi. Bagaimana langkah-langkah ini bisa diperbaiki sesuai dengan kebutuhan sehingga dengan arah pembangunan itu berkurang kebocorannya dan sebagainya," kata Sultan HB X kepada wartawan di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).
Sultan HB X menjelaskan bahwa dengan penggunaan anggaran yang tepat sasaran, dana yang ada bisa dialokasikan untuk manfaat lain yang lebih besar, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan publik. Sultan HB X menyatakan, jika kebocoran anggaran dapat dikurangi, pembangunan bisa lebih efektif, dan potensi sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan untuk menciptakan hasil yang lebih bersih dan akuntabel. Dia juga menambahkan bahwa para pengambil keputusan harus bekerja sama untuk mengurangi kebocoran administrasi dan memastikan arah pembangunan berjalan sesuai dengan tujuan yang benar.
"Berarti kan sebetulnya bisa menambah potensi yang ada untuk bisa arah ini jadi sesuatu yang memang punya nilai yang lebih bersih, lebih accountable kan gitu ya pada publik sehingga kesejahteraan itu juga bisa makin meningkat," ucapnya.
"Jika diharapkan karena relatif yang hadir para pengambil keputusan bagaimana bisa bersama-sama punya kesepakatan untuk mengurangi kebocoran administrasi, arah pembangunan juga diarahkan dengan betul, sehingga tidak menambah potensi, saya kira itu aja," lanjutnya.
Sultan HB X menegaskan bahwa Presiden lebih banyak memberikan panduan strategis yang akan dijabarkan lebih teknis oleh para anggota kabinet dalam diskusi lebih lanjut.
"Nanti setelah ini kan aplikasinya kan di menteri-menteri, menteri-menteri yang akan bicara di belakang gitu. Karena presiden kan bisa lebih-lebih strategis, jadi (pemberantasan) korupsi, bagaimana kebocoran APBN, APBD bisa dikurangi, berarti kan bisa menambah volume meningkatkan pertumbuhan ekonomi tidak average 5% tapi yang bisa 8% kan akhirnya kan bisa begitu," ujarnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!