SUARA WARGA | TPU yang Selalu Kebanjiran
Persoalan yang munculnya awalnya lokasi dan wakaf pekuburan umum, yang dulunya diwakafkan oleh keluarga besar Oyod, Irin, dan keluarga lainnya, bahwa lokasi pekuburan dan tanah yang ada di sekitar Kp. Bobojong RT.01 RW 21 Mekarsari tidak pernah terkena genangan air, namun setelah adanya pembuatan embung- embung sekaligus penampung air dari arah Sungai Ciateul Kecamatan Bojongsoang, baru muncul masalah setiap turun hujan kawasan tanah wakaf kuburan dan tempat hunian warga masyarakat Kp. Bobojong RT.01 RW 21, selalu kebanjiran dan air sulit meresap ke dalam tanah.
Saat Lurah Baleendah melakukan pengontrolan ke lokasi, menyampaikan beberapa solusi salah satunya adalah pembuatan selokan dengan pembatas alat pengaturan air, dari wilayah tanah wakaf, dan pemukiman ke arah Citarum, atau pembuatan sumur resapan, dan saat ini Ketua RW 21 Mekarsari Budiono, dalam rangka program jangka pendek akan mengambil langkah dengan cara kerja dan penyedotan air menggunakan mesin air hasil pinjaman dari RW 28.
Kemudian Ketua RW 21 Mekarsari akan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pengelola Sungai (BBWS) Citarum untuk mencari solusi terbaik dalam pengentasan banjir di wilayah RT.01 RW 21 Mekarsari. Warga masyarakat bukan tanpa usaha, salah satunya adalah keluarga Wangsih almarhum, telah melakukan usaha pengurugan untuk mengurangi beban banjir di pekuburan wakaf keluarga termasuk wakaf pekuburan umum RW 21 Mekarsari, namun usahanya, tidak membuahkan hasil, tanah yang diurug tetap banjir.
Kiranya pemerintah dan stakeholder termasuk BBWS Citarum, turut memberikan solusi/ jalan keluar agar tanah wakaf pekuburan umum dan tempat tinggal warga masyarakat di Kp. Bojojong RT 01 RW 21, Mekarsari, Kelurahan Baleendah Kabupaten Bandung, segera, terbebas dari banjir.
- Penulis, warga masyarakat Baleendah Kabupaten Bandung
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!