Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Stop Labeling Anak Berdasarkan Generasi, Ini Faktor Pembentuk Karakternya

Desi Rossilawati
Rabu, 4 Juni 2025 | 01:00 WIB
Bagikan
Stop Labeling Anak Berdasarkan Generasi, Ini Faktor Pembentuk Karakternya
VISI.NEWS | BANDUNG - Sering kita dengar anggapan bahwa anak generasi Alpha lebih cepat bosan, generasi Z lebih cemas, atau generasi milenial lebih idealis. Menurut dokter spesialis anak dari RS Tzu Chi, dr. Ian Suryadi Setja, hal itu tidak sepenuhnya tepat. Ia menegaskan bahwa karakter anak tidak terbentuk hanya karena zaman atau generasi, melainkan sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi dan stimulasi yang diberikan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. "Balita ini, generasi alpha, beta, Z, kalau dilihat lebih dekat, balik lagi semua sebenarnya sama, yang membedakan itu nutrisi dan stimulasi yang diberikan orang tuanya," ujar Ian. Ia memberi contoh: anak-anak dari lingkungan menengah ke bawah umumnya tampak lebih tertutup dan kurang percaya diri. Sebaliknya, anak-anak dari lingkungan urban yang mendapat nutrisi dan stimulasi cukup biasanya lebih aktif, berani, dan cerewet. Tak hanya soal stimulasi, dr. Ian juga mengingatkan bahwa tantangan besar anak masa kini justru terletak pada penurunan kualitas gizi. Di era serba digital ini, bukan berarti anak otomatis lebih unggul. Nyatanya, kualitas makanan menurun drastis. "Sekarang ini, banyak yang mengalami defisiensi nutrisi. Tanah makin jelek, vitamin di sayuran menurun. Dalam lima tahun saja, kandungan nutrisi wortel bisa turun sampai 70 persen. Daging juga berubah kualitasnya," ungkapnya. Ini artinya, di tengah gempuran teknologi dan kecanggihan, anak-anak justru menghadapi ancaman tersembunyi berupa krisis nutrisi. Untuk itu, orang tua sebaiknya tidak fokus hanya pada satu jenis makanan sehat, tapi memastikan pola makan anak tetap seimbang dan beragam. Nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, dan zinc harus tetap masuk, disertai stimulasi sosial dan emosional yang mendukung. "Anak bisa jadi berani atau takut, cerewet atau diam, bukan karena dia generasi alpha atau Z, tapi karena bagaimana orang tua dan lingkungan membentuknya," tutup Ian. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.