Stok Pangan Lebaran 2026 Melimpah, Mentan: Harga Stabil

Desi Rossilawati
Senin, 23 Maret 2026 | 16:30 WIB
Bagikan
Stok Pangan Lebaran 2026 Melimpah, Mentan: Harga Stabil

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan bahwa ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman dengan harga yang tetap stabil selama masa Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026. Berdasarkan pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, stok kebutuhan pokok dilaporkan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mentan menegaskan bahwa terjaganya stabilitas ini merupakan buah dari koordinasi intensif dalam peningkatan produksi, penguatan cadangan nasional, serta pengawasan ketat pada alur distribusi.

"Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan," kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).

Sektor perberasan nasional menunjukkan angka yang sangat solid. Saat ini, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton, yang terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog sebesar 4,09 juta ton, stok di masyarakat sekitar 11-12 juta ton, serta proyeksi hasil panen raya yang mencapai 12 juta ton. Jumlah ini diklaim mampu mengamankan ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan.

"Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari Maret dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional," lanjut Amran.

Selain beras, pemerintah mencatat neraca pangan untuk komoditas strategis lainnya hingga April 2026 juga mengalami surplus yang signifikan, dengan rincian beras surplus 17,2 juta ton, daging ayam surplus 727 ribu ton, cabai rawit surplus 105 ribu ton, dan bawang merah surplus 57 ribu ton.

Khusus untuk komoditas cabai, peningkatan produksi pada bulan Maret telah menekan harga pasar sehingga cenderung stabil bahkan menurun di beberapa wilayah. Mentan menyebut kelancaran distribusi dari hulu ke hilir menjadi kunci utama.

"Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir," ujar Amran.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga titik keseimbangan harga agar tidak merugikan petani namun tetap terjangkau bagi konsumen. Pengawasan lintas sektor juga ditingkatkan guna mencegah adanya praktik penimbunan barang selama momentum Lebaran.

"Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu," tegasnya.

Menutup keterangannya, Amran menyampaikan bahwa Idulfitri tahun ini menjadi momentum kemenangan bagi seluruh pihak dalam rantai pangan nasional.

"Lebaran tahun ini kita syukuri bersama. Produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau. Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua, selamat merayakan Idulfitri, berkah untuk semua," pungkas Amran. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.