Stok Darah di RSHS Kosong, Keluarga Pasien Berdatangan ke PMI
VISI.NEWS | BANDUNG - Kekurangan stok darah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membuat banyak keluarga pasien harus mencari donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Pada Minggu (7/1/2024), Kantor PMI Kota Bandung tampak ramai oleh pengunjung yang membawa surat pengantar dari dokter.
Salah satu pengunjung adalah Suharyono (38) dari Cirebon. Ia mengatakan bahwa keponakannya yang berusia 12 tahun dirawat di RSHS karena menderita komplikasi penyakit dan membutuhkan transfusi darah golongan B.
"Saya ada keluarga yang dirawat di RSHS, perlu segera darah Golongan B, di rumah sakit itu darah lagi kosong," ungkap Suharyono.
Ia menambahkan bahwa ia sudah mencoba mencari donor darah di sekitar rumah sakit, tetapi tidak berhasil. Ia pun berharap bisa mendapatkan darah di PMI.
"Kalau di sini juga tidak ada, saya tidak tahu harus ke mana lagi. Keponakan saya kondisinya kritis, dia perlu 1 labu darah," ujar Suharyono.
Sementara itu, Carman (42) dari Karawang juga mengalami nasib serupa. Ia datang ke PMI untuk mencari donor darah golongan O untuk ayahnya yang menderita skerosis di RSHS.
"Ayah saya masuk RSHS hari Jumat kemarin, sering muntah darah sampai jadi mengalami kekurang darah. Ini baru ada dua donor darah O, perlu tiga orang lagi," ungkap Carman.
Ia menyebutkan bahwa ayahnya membutuhkan 5 labu darah untuk menjalani operasi. Ia berharap ada orang yang bersedia mendonorkan darahnya untuk ayahnya.
"Saya sudah menghubungi keluarga dan teman-teman, tetapi belum ada yang cocok golongan darahnya. Saya mohon bantuan dari masyarakat yang punya golongan darah O untuk membantu ayah saya," pinta Carman.
Menurut informasi dari PMI Kota Bandung, stok darah di RSHS kosong karena banyaknya permintaan darah dari pasien yang terkena demam berdarah dan kecelakaan lalu lintas. PMI sendiri mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan darah karena jumlah donor darah menurun akibat pandemi Covid-19.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang sehat dan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya di PMI. Darah yang Anda sumbangkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain," ujar petugas PMI.
Untuk mendapatkan darah dari PMI, keluarga pasien harus membawa surat pengantar dari dokter yang berisi nama pasien, nama rumah sakit, golongan darah, jenis komponen darah, dan jumlahnya. Selain itu, keluarga pasien juga harus membayar biaya pengganti pengolahan darah (BPPD) atau service cost.
@asa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!