Startup 'Dagangan' Bantu Ibu Rumah Tangga di Desa, Sukses Raup Omzet Puluhan Juta
Selain itu, saat dibandingkan, ternyata harga-harga barang yang ditawarkan di aplikasi Dagangan banyak yang lebih murah dibandingkan harga di pasar. “Sekarang berbelanja untuk isi warung jadi lebih mudah dan murah. Saya juga bisa berbelanja tanpa meninggalkan rumah dan menutup warung,” ungkapnya.
Omzet Meningkat
Senada dengan Muntayah, Yuliati juga merasa usahanya menjadi lebih lancar dan mudah sejak menggunakan aplikasi Dagangan. Tak hanya itu, omzet penjualannya pun meningkat karena semakin banyak barang yang bisa dijual di warungnya dengan harga yang lebih murah.
“Warga sekitar sini jadi banyak yang berbelanja di warung saya karena harganya lebih murah,” ungkap perempuan asal Desa Tempelsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman ini.
Yuliati pertama kali mengenal aplikasi Dagangan dari media sosial. Ia awalnya tertarik karena aplikasi ini sangat memudahkan karena ia tidak perlu repot berbelanja ke pasar dan harga barang-barang yang ditawarkan pun cenderung lebih murah. Selain itu, ia mendapatkan banyak keuntungan lain seperti reward points karena merupakan pengguna aktif.
Saat ini Yuliati sudah menggunakan aplikasi Dagangan selama 1,5 tahun. Sebelumnya, usaha warungnya sempat tersendat karena beberapa aplikasi marketplace yang ia gunakan tidak memberi hasil yang diharapkan. Sampai akhirnya ia menggunakan aplikasi Dagangan, usahanya mulai berkembang. “Dulu saya hanya punya modal 1,5 juta rupiah untuk membeli barang-barang isi warung. Sekarang omzet saya meningkat hingga 44 juta rupiah,” jelas Yuliati.
Selain Muntayah dan Yuliati, ibu rumah tangga lainnya yang merasakan kemudahan berbelanja melalui aplikasi Dagangan adalah Merryana (pemilik akun @zhafira_ziandra), influencer asal Yogyakarta yang memiliki hampir 30 ribu pengikut di media sosial Instagram. Ia mengungkapkan, “Dagangan memberikan kemudahan bagi kami, ibu rumah tangga yang memerlukan beragam barang kebutuhan harian yang berkualitas dengan harga murah. Selain itu, fokus Dagangan dalam melayani masyarakat di kota-kota kecil patut diapresiasi, karena saat ini tidak banyak startup yang berbuat demikian.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!