Starmer Kukuh Bertahan di Kursi PM Meski Gelombang Kritik Kian Kencang di Tengah Skandal
Dalam pernyataan singkatnya, Allan mengatakan, “Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk.”
Pengunduran dirinya terjadi kurang dari 24 jam setelah Kepala Staf Perdana Menteri, Morgan McSweeney, lebih dulu melepas jabatan, memperkuat kesan adanya krisis internal di jantung pemerintahan.
Memasuki 10 Februari 2026, Starmer berusaha menunjukkan keteguhan. Ia menegaskan bahwa dirinya telah menghadapi berbagai tantangan politik sebelumnya dan tidak berniat menyerah di tengah tekanan. Sikap ini memperjelas bahwa ia memilih bertahan dan berupaya meredam badai politik yang kini menguji soliditas kepemimpinannya.
Dengan dinamika internal partai yang kian tegang sejak awal pekan Februari 2026 serta sorotan publik yang belum mereda, masa depan politik Starmer kini berada di persimpangan. Apakah ia mampu memulihkan kepercayaan dan menjaga kesatuan partai, atau justru tekanan akan terus membesar dalam beberapa hari ke depan, masih menjadi tanda tanya besar dalam panggung politik Inggris. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!