Stafsus Komdigi Raline Shah Ingatkan Bahaya Judi Online bagi Generasi Muda
Raline juga mengingatkan bahwa dampak judi online tidak hanya dirasakan oleh individu yang terlibat, tetapi juga dapat merusak kondisi ekonomi dan hubungan dalam keluarga. Dalam banyak kasus, kecanduan judi online memicu masalah keuangan, tekanan psikologis, hingga konflik keluarga yang berkepanjangan.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis dan bijak dalam menggunakan internet. Menurutnya, ruang digital seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, dan membangun masa depan, bukan sebagai tempat yang justru menjerumuskan pada aktivitas merugikan.
Bimbingan teknis ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. May Sarah Siregar, sebagai narasumber Key Opinion Leader sekaligus influencer, memaparkan pentingnya membangun literasi digital yang sehat bagi anak dan remaja agar mampu menggunakan internet secara bijak dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami risiko dan menjaga etika di ruang digital.
Selanjutnya, Dinda Harahap, psikolog anak, menjelaskan berbagai dampak psikologis yang dapat timbul akibat penggunaan media digital secara berlebihan pada anak, termasuk risiko kecanduan gawai, cyberbullying, hingga gangguan perkembangan sosial dan emosional. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap aktivitas digital anak.
Sementara itu, Camelia Nasution, pemerhati sosial yang berfokus pada perlindungan anak, menyoroti pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak. Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan agen sosialisasi utama yang berperan dalam menanamkan nilai, etika, serta kebiasaan penggunaan teknologi secara sehat.
Acara yang dipandu oleh MC Gilang dan dimoderatori oleh Azizi Syafila Harahap berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta yang terdiri dari pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat. Diskusi membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, termasuk maraknya konten negatif, perjudian daring, hingga risiko kejahatan siber.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!