Sriwijaya Festival 2024 di Bandung: Meriahkan Silaturahmi dan Promosikan Budaya Sumbagsel
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 14 November 2024 | 11:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Festival Sriwijaya 2024 yang digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung, pada tanggal 8-10 November 2024, menyajikan suasana meriah yang dipenuhi oleh warga asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang kini tinggal di Jawa Barat. Festival ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk mempromosikan seni, budaya, dan kuliner khas dari lima provinsi Sumbagsel, yakni Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung.
Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Asmara Hadi, menjelaskan bahwa festival ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun ke-56 TP Sriwijaya, organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai Tentara Pelajar.
“festival ini untuk memperingati ulang tahun ke-56 TP Sriwijaya, yang dulu dikenal sebagai organisasi perjuangan Tentara Pelajar,”
Asmara Hadi menambahkan bahwa tujuan festival adalah mempererat hubungan antarwarga Sumbagsel di Jawa Barat serta mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) daerah. Acara ini mendapat dukungan dari berbagai Ikatan Keluarga (IK) dari provinsi-provinsi Sumbagsel di Jawa Barat, yang berfokus pada pengembangan seni budaya, kuliner, dan pariwisata.
“Harapannya, acara ini dapat mempererat silaturahmi dan memajukan ekonomi lokal di kalangan warga Sumbagsel,” ujar Asmara Hadi.
Sriwijaya Festival 2024 turut dihadiri oleh berbagai tokoh, seperti Ketua TP Sriwijaya Jawa Barat dan sejumlah pengurus dari berbagai kota di Jawa Barat. Acara ini juga dimeriahkan oleh tokoh inspiratif, seperti Ibu Dewi Motik dan Chef Yogi, finalis MasterChef Indonesia Season 8, yang memberi motivasi bagi pelaku usaha muda.
Asmara Hadi, Ketua Panitia Pelaksana, membagikan suka duka yang dihadapi dalam persiapan festival ini. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah usaha untuk menyatukan warga yang berasal dari berbagai latar belakang meski mereka berasal dari wilayah yang sama, yakni Sumatera Bagian Selatan.
“Sebetulnya gampang-gampang susah menyatukan orang-orang yang satu daerah itu,” ujarnya.
Dengan pengalaman lebih dari 34 tahun dalam birokrasi, Asmara Hadi menekankan bahwa meskipun para peserta memiliki kesamaan asal daerah, mengorganisir acara yang melibatkan banyak orang dengan latar belakang serupa tetap memiliki tantangan tersendiri.
“Saya paling susah mimpin tuh menyatukan orang-orang kita satu daerah ini,” tambahnya.
Festival ini menampilkan berbagai kegiatan menarik, termasuk bazar kuliner, pameran seni dan budaya, pagelaran seni, serta lomba-lomba kreatif seperti fashion show dan kompetisi memasak. Meskipun acara besar ini penuh tantangan, terutama dalam mengoordinasi berbagai kelompok dengan latar belakang yang sama, Asmara Hadi mengungkapkan bahwa budaya yang serupa justru mempermudah proses pengelolaan acara.
“Secara psikologis kita gampang buat me-manage acara, soalnya sama orang-orang nggak ada culture shock, karena memang satu budaya,” katanya.
Hanna (37), pemilik stand Pempek Putra Rama, mengungkapkan rasa antusiasme dalam memperkenalkan produk khas Palembang di festival ini.
“Di bazar ini, saya menjual pempek kapal selam, lenggang, dan tekwan. Senang melihat antusiasme pengunjung yang tidak hanya ramai, tetapi juga ramah dan royal,” ujar Hanna.
Festival ini juga menjadi kesempatan bagi komunitas-komunitas Sumbagsel untuk berkumpul dan mempererat ikatan, termasuk di kalangan generasi muda.
“Ke sini tuh sekalian main sama teman-teman satu komunitas Palembang, apalagi banyak stand-stand jajanan juga, Ya sekalian jalan-jalan juga sama silaturahmi ke sesama wong kito,” ujar salah satu pengunjung, Nawrah (19).
Dengan tema “Meningkatkan Silaturahmi Persatuan Kesatuan Warga Sumatera Selatan di Jawa Barat Menuju Indonesia Maju dan Sumatera bagian Selatan Maju 2045,” Sriwijaya Festival 2024 menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarwarga Sumbagsel dan turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia di masa depan. @uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!