Ijeck Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Sumut–Aceh, Pangkas Biaya Logistik 15 Jul 2026 Maxim Perkuat Dukungan untuk UMKM 15 Jul 2026 Uji Kelayakan KPI 2026, Achmad Daeng Sere Soroti Target Kinerja 15 Jul 2026 Sambut Reaktivasi Bandara Husein, Infrastruktur Siap dan Dua Rute Baru Dibuka Agustus 15 Jul 2026 Muazzim Akbar Pastikan Aspirasi Mitra MBG Dibawa ke RDP Bersama BGN 15 Jul 2026 Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal 15 Jul 2026 Revisi UU Penyiaran Disorot, Sarifah Ainun Uji Gagasan Calon Komisioner KPI 15 Jul 2026 Fasilitas Latihan Persib Disorot, Ini Penjelasan Manajemen 15 Jul 2026 Terungkap, Siswa MAN 3 Padang Pembawa Bom Korban Bullying 15 Jul 2026 Spanyol Tumbangkan Perancis, De la Fuente Ungkap Rahasia Kemenangan 15 Jul 2026 Ijeck Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Sumut–Aceh, Pangkas Biaya Logistik 15 Jul 2026 Maxim Perkuat Dukungan untuk UMKM 15 Jul 2026 Uji Kelayakan KPI 2026, Achmad Daeng Sere Soroti Target Kinerja 15 Jul 2026 Sambut Reaktivasi Bandara Husein, Infrastruktur Siap dan Dua Rute Baru Dibuka Agustus 15 Jul 2026 Muazzim Akbar Pastikan Aspirasi Mitra MBG Dibawa ke RDP Bersama BGN 15 Jul 2026 Operasional SPPG Ranca Mulya 2 Dihentikan Usai Kepala Meninggal 15 Jul 2026 Revisi UU Penyiaran Disorot, Sarifah Ainun Uji Gagasan Calon Komisioner KPI 15 Jul 2026 Fasilitas Latihan Persib Disorot, Ini Penjelasan Manajemen 15 Jul 2026 Terungkap, Siswa MAN 3 Padang Pembawa Bom Korban Bullying 15 Jul 2026 Spanyol Tumbangkan Perancis, De la Fuente Ungkap Rahasia Kemenangan 15 Jul 2026

Spanyol Tumbangkan Perancis, De la Fuente Ungkap Rahasia Kemenangan

Desi Rossilawati
Rabu, 15 Juli 2026 | 11:23 WIB
Bagikan
Spanyol Tumbangkan Perancis, De la Fuente Ungkap Rahasia Kemenangan

Spanyol vs Perancis di Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB./visi.news/pos.id.

VISI.NEWS - Pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente mengungkap faktor yang membuat timnya mampu mengalahkan Perancis dengan skor 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026.

Kemenangan tersebut memastikan La Roja melaju ke partai final setelah tampil dominan saat menghadapi Perancis di Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Hasil itu membawa Spanyol semakin dekat dengan peluang meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah.

Bagi De la Fuente, kemenangan atas Perancis memiliki arti khusus karena diraih ketika menghadapi salah satu tim terbaik dunia yang datang ke semifinal dengan catatan produktivitas tinggi sepanjang turnamen.

"Pesan saya kepada para pemain adalah kami memang menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tetapi mereka juga sedang menghadapi tim terbaik di dunia," kata De la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari BBC Sport, Rabu (15/7/2026).

Perancis sebelumnya tampil sebagai salah satu tim paling berbahaya di Piala Dunia 2026 dengan torehan 16 gol sepanjang turnamen. Namun, lini serang Kylian Mbappe dan kawan-kawan kesulitan menghadapi permainan disiplin Spanyol.

Tim asuhan De la Fuente mampu membatasi ancaman Perancis hingga Les Bleus baru mencatatkan tembakan tepat sasaran setelah pertandingan memasuki menit ke-80.

Menurut De la Fuente, keberhasilan menghentikan kekuatan Perancis tidak hanya berasal dari kemampuan individu pemain, tetapi juga dari komitmen seluruh anggota tim.

"Para pemain ini menunjukkan komitmen, solidaritas, dan bakat. Mereka membuat sesuatu yang sulit terlihat mudah. Mereka memiliki kualitas dan sikap yang tepat terhadap kehidupan maupun olahraga," ujarnya.

Pelatih berusia 65 tahun tersebut juga menyebut adanya kemiripan semangat dalam skuad Spanyol saat ini dengan tim yang berhasil menjuarai Piala Dunia 2010.

"Saya melihat ruang ganti yang penuh kebahagiaan dan sebuah negara yang mendukung kami. Kami telah mendapatkan kembali semangat tahun 2010," ucap De la Fuente.

De la Fuente menilai karakter tim terlihat dari sikap para pemain, termasuk mereka yang tidak tampil dalam pertandingan. Setelah laga berakhir, sejumlah pemain tetap berada di lapangan untuk menjalani latihan tambahan.

"Itu menunjukkan karakter tim ini," katanya.

De la Fuente menegaskan kekuatan utama Spanyol tidak hanya berada pada aspek teknik, tetapi juga pada kebersamaan seluruh elemen dalam skuad. Ia menyebut timnya dibangun dengan mengutamakan kepentingan bersama dan mengesampingkan kepentingan pribadi.

"Saya percaya hal terpenting adalah memilih rekan seperjalanan yang tepat. Jika salah memilih, Anda akan menghadapi masalah," ujar De la Fuente.

"Kami tahu tim ini, bukan hanya para pemain tetapi semua orang di dalam skuad, bekerja menuju tujuan yang sama dengan semangat yang sama. Kami adalah orang-orang biasa yang mendahulukan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi," tambahnya, dikutip dari Reuters.

Kemenangan atas Perancis juga membuat Spanyol menyamai rekor Italia dengan catatan 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Meski demikian, De la Fuente menilai timnya masih memiliki ruang untuk berkembang.

"Tim ini tidak pernah berhenti membuat saya kagum. Ruang untuk berkembang masih tidak ada habisnya. Semua ini adalah proses yang dibangun dengan penuh dedikasi agar kami mencapai momen terpenting dalam kondisi terbaik," tuturnya.

Spanyol kini menunggu pemenang semifinal antara Inggris dan Argentina untuk menentukan lawan mereka di final Piala Dunia 2026.

De la Fuente mengaku tidak keberatan jika harus menghadapi Argentina karena memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan pelatih Lionel Scaloni. Namun, ia juga memberikan penghargaan terhadap kualitas Inggris dan menyebut semifinal lainnya memiliki level seperti pertandingan final.

"Saya tidak percaya bahwa final hanya untuk dimenangkan. Final adalah pertandingan yang harus dinikmati. Apa pun yang akan terjadi nanti bisa menjadi pelengkap yang sempurna bagi perjalanan kami," kata De la Fuente.

Pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente mengungkap faktor yang membuat timnya mampu mengalahkan Perancis dengan skor 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026.

Kemenangan tersebut memastikan La Roja melaju ke partai final setelah tampil dominan saat menghadapi Perancis di Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Hasil itu membawa Spanyol semakin dekat dengan peluang meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah.

Bagi De la Fuente, kemenangan atas Perancis memiliki arti khusus karena diraih ketika menghadapi salah satu tim terbaik dunia yang datang ke semifinal dengan catatan produktivitas tinggi sepanjang turnamen.

"Pesan saya kepada para pemain adalah kami memang menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tetapi mereka juga sedang menghadapi tim terbaik di dunia," kata De la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari BBC Sport.

Perancis sebelumnya tampil sebagai salah satu tim paling berbahaya di Piala Dunia 2026 dengan torehan 16 gol sepanjang turnamen. Namun, lini serang Kylian Mbappe dan kawan-kawan kesulitan menghadapi permainan disiplin Spanyol.

Tim asuhan De la Fuente mampu membatasi ancaman Perancis hingga Les Bleus baru mencatatkan tembakan tepat sasaran setelah pertandingan memasuki menit ke-80.

Menurut De la Fuente, keberhasilan menghentikan kekuatan Perancis tidak hanya berasal dari kemampuan individu pemain, tetapi juga dari komitmen seluruh anggota tim.

"Para pemain ini menunjukkan komitmen, solidaritas, dan bakat. Mereka membuat sesuatu yang sulit terlihat mudah. Mereka memiliki kualitas dan sikap yang tepat terhadap kehidupan maupun olahraga," ujarnya.

Pelatih berusia 65 tahun tersebut juga menyebut adanya kemiripan semangat dalam skuad Spanyol saat ini dengan tim yang berhasil menjuarai Piala Dunia 2010.

"Saya melihat ruang ganti yang penuh kebahagiaan dan sebuah negara yang mendukung kami. Kami telah mendapatkan kembali semangat tahun 2010," ucap De la Fuente.

De la Fuente menilai karakter tim terlihat dari sikap para pemain, termasuk mereka yang tidak tampil dalam pertandingan. Setelah laga berakhir, sejumlah pemain tetap berada di lapangan untuk menjalani latihan tambahan.

"Itu menunjukkan karakter tim ini," katanya.

De la Fuente menegaskan kekuatan utama Spanyol tidak hanya berada pada aspek teknik, tetapi juga pada kebersamaan seluruh elemen dalam skuad. Ia menyebut timnya dibangun dengan mengutamakan kepentingan bersama dan mengesampingkan kepentingan pribadi.

"Saya percaya hal terpenting adalah memilih rekan seperjalanan yang tepat. Jika salah memilih, Anda akan menghadapi masalah," ujar De la Fuente.

"Kami tahu tim ini, bukan hanya para pemain tetapi semua orang di dalam skuad, bekerja menuju tujuan yang sama dengan semangat yang sama. Kami adalah orang-orang biasa yang mendahulukan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi," tambahnya, dikutip dari Reuters.

Kemenangan atas Perancis juga membuat Spanyol menyamai rekor Italia dengan catatan 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Meski demikian, De la Fuente menilai timnya masih memiliki ruang untuk berkembang.

"Tim ini tidak pernah berhenti membuat saya kagum. Ruang untuk berkembang masih tidak ada habisnya. Semua ini adalah proses yang dibangun dengan penuh dedikasi agar kami mencapai momen terpenting dalam kondisi terbaik," tuturnya.

Spanyol kini menunggu pemenang semifinal antara Inggris dan Argentina untuk menentukan lawan mereka di final Piala Dunia 2026.

De la Fuente mengaku tidak keberatan jika harus menghadapi Argentina karena memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan pelatih Lionel Scaloni. Namun, ia juga memberikan penghargaan terhadap kualitas Inggris dan menyebut semifinal lainnya memiliki level seperti pertandingan final.

"Saya tidak percaya bahwa final hanya untuk dimenangkan. Final adalah pertandingan yang harus dinikmati. Apa pun yang akan terjadi nanti bisa menjadi pelengkap yang sempurna bagi perjalanan kami," kata De la Fuente.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.