Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026

Sosialisasi Empat Pilar, Ahmad Heryawan: Menjauhkan Agama dari Negara adalah Kekeliruan

Desi Rossilawati
Selasa, 9 Desember 2025 | 12:00 WIB
Bagikan
Sosialisasi Empat Pilar, Ahmad Heryawan: Menjauhkan Agama dari Negara adalah Kekeliruan

VISI.NEWS | KAB.BANDUNG - Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema 'Implementasi PKS sebagai Partai Rahmatan Lil ‘Alamin' digelar di Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan Anggota MPR RI, Ahmad Heryawan, sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Ahmad Heryawan menyampaikan bahwa pemahaman Islam rahmatan lil ‘alamin harus menjadi landasan sungguh-sungguh dalam

kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Islam adalah agama yang mudah, indah, dan tidak memberatkan umatnya. Oleh karena itu, nilai-nilai keislaman perlu dihadirkan dengan wajah yang ramah dan moderat agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Sifat ini merupakan karakter yang melekat pada Rasulullah SAW. Agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang lurus dan hanif, agama yang membawa kemudahan dan tidak mempersulit,” ujar Ahmad Heryawan.

Ia menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus dipahami dan diimplementasikan secara utuh, sejalan dengan ajaran Islam yang komprehensif.

Menurutnya, menjauhkan agama dari negara adalah kekeliruan, sebagaimana keliru pula jika negara dijauhkan dari agama. Keduanya harus berjalan beriringan dalam membangun tatanan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.

Ahmad Heryawan juga menyinggung pentingnya pendekatan kontekstual dalam memahami ajaran Islam. Ia mencontohkan bagaimana tradisi-tradisi keagamaan yang berkembang di masyarakat, seperti tahlilan, merupakan bentuk adaptasi Islam dengan budaya lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam hadir secara fleksibel dan solutif dalam menjawab persoalan zaman.

Dalam konteks kebangsaan, ia mengulas sejarah lahirnya Pancasila dan peran para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno dan BPUPKI, dalam merumuskan dasar negara.

Menurutnya, Pancasila merupakan konsensus nasional yang tidak bertentangan dengan Islam, bahkan sejalan dengan tujuan utama ajaran Islam, yakni mewujudkan keadilan sosial, persatuan, dan kemakmuran bangsa.

Lebih lanjut, Ahmad Heryawan menjelaskan peran partai politik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, yakni sebagai sarana pendidikan politik, penyalur aspirasi rakyat, serta rekrutmen kepemimpinan nasional.

Menutup pemaparannya, Ahmad Heryawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuang sikap dan persepsi ekstrem, baik dalam beragama maupun berpolitik. Ia menegaskan bahwa identitas kebangsaan dan identitas keagamaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dapat berjalan seiring dan saling menguatkan melalui kearifan lokal, budaya, dan semangat persatuan demi keutuhan NKRI. @Ihda

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.