Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Ahmad Heryawan Tegaskan Pentingnya Menanamkan Nilai Kebangsaan di Era Digital
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan di tengah tantangan era digital, Anggota DPR RI dari Komisi II, Ahmad Heryawan, menggelar kegiatan sosialisasi yang menekankan pentingnya pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, di Graha Berkah Sadaya Baleendah pada Minggu (7/9/2025).
Dalam sambutannya, Ahmad Heryawan menyampaikan bahwa pemahaman terhadap empat pilar ini sangat penting, terutama bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa Pancasila sebagai dasar negara telah melalui berbagai rumusan dan perdebatan panjang sebelum akhirnya disepakati sebagai fondasi ideologi bangsa.
"Tentu warga masyarakat kita memahami betul bahwa Pancasila adalah dasar negara. Kita juga bangga memiliki UUD 1945 sebagai konstitusi, dan bersatu dalam NKRI. Bentuk negara kesatuan ini adalah pilihan paling tepat untuk Indonesia yang merupakan negara agraris dengan keragaman yang luar biasa," ujar Heryawan.
Ia juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia pernah berada di ambang perpecahan. Namun, semangat persatuan kembali menyatukan kita dalam bingkai NKRI. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus dijaga dan diwariskan.
Menurutnya, salah satu tantangan besar saat ini adalah derasnya arus informasi digital yang dapat memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap identitas bangsa.
"Lewat sosialisasi ini, kita ingin mengenalkan kembali siapa kita, apa itu Indonesia, dan bagaimana sejarah bangsa ini terbentuk. Karena jika kita tidak kenal sejarah, maka rasa bangga sebagai orang Indonesia bisa hilang, tergantikan oleh budaya luar," tambahnya.
Lebih lanjut, Ahmad Heryawan menekankan bahwa kehilangan jati diri sebagai bangsa bisa berdampak besar. Generasi muda yang kehilangan kebanggaan terhadap tanah airnya, dikhawatirkan tidak akan tertarik untuk membangun negeri. Sebaliknya, mereka justru bisa menjadi pihak yang mencemooh bangsanya sendiri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!