Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026

Soroti Persoalan Pencairan PIP, Karmila Sari Minta Sekolah Aktif Mengawal Hak Siswa

Desi Rossilawati
Senin, 9 Februari 2026 | 21:22 WIB
Bagikan
Soroti Persoalan Pencairan PIP, Karmila Sari Minta Sekolah Aktif Mengawal Hak Siswa

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Karmila Sari, menyoroti sejumlah persoalan dalam pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai berdampak langsung pada kondisi psikologis dan kesejahteraan siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Karmila mengungkapkan, berdasarkan keterangan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), terdapat kasus di mana dana PIP sebenarnya telah diterima secara administrasi, namun belum dapat dicairkan karena kendala data kependudukan.

“PIP-nya sudah diterima, tetapi pencairannya belum bisa dilakukan karena KTP orang tua berbeda lokasi dengan sekolah anak dan ini belum diurus,” ujar Karmila kepada Wartawan, Senin (09/02/2026).

Selain persoalan administrasi, ia juga menyoroti faktor keluarga broken home yang menyebabkan kurangnya kasih sayang dan pengawasan terhadap anak. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat anak rentan mengambil keputusan ekstrem berdasarkan persepsi pribadi.

Hal tersebut berkaca dari tragedi, Seorang anak SD berinisial YBS (10 tahun) di Kabupaten Ngada, NTT, yang meninggal dunia diduga bunuh diri pada akhir Januari 2026 akibat tekanan ekonomi.

“Anak yang kurang mendapatkan perhatian sangat mudah terpengaruh dan bahkan bisa mengakhiri hidupnya dengan persepsi sendiri,” katanya.

Untuk itu, Karmila menegaskan, ke depan pihaknya akan menyampaikan langsung kepada kepala sekolah agar pencairan PIP dikawal secara serius dan menyeluruh, terutama bagi siswa dari latar belakang keluarga dengan tingkat pendidikan orang tua yang rendah.

Ia menekankan bahwa sekolah harus berperan aktif membantu orang tua dalam menyelesaikan persoalan teknis, seperti perubahan domisili KTP.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.