Soroti LDR BTN dan BNI, Nengah Dorong Strategi Pertumbuhan Kredit
Dalam kesempatan yang sama, Nengah juga menyoroti tingginya suku bunga kredit di Indonesia. Ia membandingkan kondisi domestik dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam dan Kamboja, yang dinilainya memiliki bunga kredit lebih rendah.
“Di negara lain seperti Vietnam dan Kamboja, bunga kreditnya relatif rendah. Sementara di Indonesia, bunga kredit masih cenderung berada di level dua digit,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius perbankan nasional dan regulator agar sektor riil dapat tumbuh lebih cepat dan kompetitif.
Terkait bunga kredit, Nengah menyatakan ada beberapa faktor yang berhubungan langsung dengan bunga kredit, yakni Biaya dana pihak ketiga, Fix Cost, Hitungan Profit, Hitungan Faktor Resiko.
Dari kelima faktor tersebut, Legislator Nasdem Dapil Bali tersebut lebih menekankan di fix cost, karena disinilah salah satu tata kelola usaha yang memegang peran vital.
"Peran vital itu berbicara tentang biaya operasional, jumlah SDM yang berlebihan, gaji yang tinggi, tantiem yang sudah dicadangkan dan fasilitas lain bagi pengurus dan komisaris," tutupnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!