Soroti Kenaikan Harga Pangan di Bulan Ramadhan, Firnando Ganinduto Dorong Pemerintah Perkuat SPHP
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando Ganinduto, menyoroti persoalan kenaikan harga pangan yang kerap terjadi setiap bulan Ramadhan. Ia menilai pemerintah harus sigap dan siap dalam menangani permasalahan yang berulang setiap tahun tersebut.
Firnando mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan stok komoditas strategis jauh-jauh hari agar tidak terjadi lonjakan harga akibat keterbatasan pasokan.
“Permasalahan harga pangan di bulan Ramadan ini memang menjadi tantangan rutin setiap tahun. Pemerintah harus sigap dan siap untuk menangani persoalan ini,” ujar Firnando melalui keterangan yang diterima, Senin (02/03/2026).
Ia menegaskan, ketersediaan stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging harus dipastikan dalam jumlah yang memadai. Persiapan tersebut, kata dia, tidak boleh dilakukan secara mendadak.
“Stok kapasitas strategis harus dipersiapkan sejak dini. Jangan sampai menjelang Ramadhan baru dilakukan langkah-langkah penanganan,” tegasnya.
Selain memperkuat SPHP, Firnando juga mendorong optimalisasi operasi pasar murah secara besar-besaran di seluruh daerah. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga harga pangan tetap berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Operasi pasar harus dilakukan secara masif agar harga pangan, terutama kebutuhan pokok, tetap terjaga dan tidak melampaui batas yang telah ditetapkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemantauan dan pengawasan pasar secara ketat. Menurutnya, pemerintah perlu melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, pemerintah daerah (Pemda), serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengawasi distribusi dan harga bahan pokok.
“Pengawasan pasar harus diperkuat dengan melibatkan seluruh pihak terkait agar tidak ada penimbunan atau praktik yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Firnando juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sinergi yang baik dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan.
“Kita sebagai pemerintah harus membangun bersama-sama. Kolaborasi antara BUMN dan pemerintah harus berjalan baik supaya seluruh kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Firnando berharap stabilitas harga pangan selama Ramadan dapat terjaga sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!