Soroti Kebijakan Impor 105.000 Mobil dari India, Adisatrya: Rugikan Industri Nasional
Adisatrya menegaskan bahwa industri otomotif nasional saat ini memiliki kapasitas produksi pikap hingga 1 juta unit per tahun dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meningkat.
"Ini bukan hanya soal pengadaan barang, tapi soal keberpihakan. Jika kebutuhan sebesar ini dirancang sebagai instrumen industrialisasi dalam negeri, manfaatnya akan luar biasa untuk penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok lokal," tegas legislator asal Dapil Banyumas-Cilacap tersebut.
Ia menambahkan, mengalirkan dana puluhan triliun ke luar negeri di tengah kondisi industri otomotif lokal yang mengalami idle capacity (kapasitas menganggur) adalah langkah yang kontraproduktif terhadap pertumbuhan PDB.
Kebijakan impor ini dinilai memperpanjang daftar masalah pada implementasi program KDKMP. Sebelumnya, program ini sudah menuai polemik akibat penyesuaian Dana Desa tahun 2026 sebesar 58,03% yang dialokasikan khusus untuk KDKMP, yang memicu penolakan dari sejumlah kepala desa.
"Kita tidak anti kerja sama internasional, namun untuk program strategis nasional, prioritas harus diberikan pada produk dalam negeri. Jangan sampai uang negara justru memberikan nilai tambah bagi industri luar negeri," lanjut Adisatrya.
Sebagai mitra kerja BUMN, Komisi VI DPR RI berencana meminta penjelasan komprehensif dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Poin-poin yang akan disoroti antara lain:
1. Kajian kebutuhan teknis dan perbandingan harga.
2. Skema pembiayaan pengadaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!