Sorak Sorai di Istana Merdeka: Dari Iring-iringan Berkuda hingga Sambutan Pelajar
VISI.NEWS | JAKARTA - Pada Jumat, 14 November 2025, Jakarta bersiap untuk menyaksikan sebuah momen bersejarah yang melibatkan dua pemimpin besar: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein. Rangkaian mobil yang membawa kedua pemimpin ini perlahan mendekati Istana Merdeka, dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sorak sorai bergema, wajah-wajah penuh antusiasme terlihat di setiap sudut, dan hati-hati berdebar menantikan kedatangan mereka.
Di tengah keramaian tersebut, ada sosok-sosok muda yang tampak berseri-seri, wajah-wajah pelajar yang menyaksikan pemandangan ini dengan mata berbinar. Di antara mereka, ada Abid Naufal, seorang siswa SMPN 18 Jakarta, yang beruntung menjadi salah satu saksi mata dari prosesi kenegaraan yang luar biasa ini. "Senang sekali bisa lihat langsung Bapak Presiden dan Raja Abdullah. Selama ini cuma lihat di media sosial, jadi rasanya luar biasa!" ujar Abid, semangat.
Bagi Abid, ini bukan sekadar acara kenegaraan. Ini adalah kesempatan langka yang tak akan terlupakan seumur hidup. Dia juga menyampaikan harapan tulusnya kepada kedua pemimpin tersebut. “Untuk Bapak Presiden, semoga sehat selalu, panjang umur, dan untuk Raja Abdullah, semoga sering-sering datang ke Indonesia,” ujar Abid dengan tulus. Harapan-harapan sederhana yang menggambarkan betapa kedekatan antara pemimpin dan rakyat begitu terasa dalam momen ini.
Silvi, pelajar SMPN 5 Jakarta, juga tak kalah antusias. Ketika kedua pemimpin membuka jendela mobil dan melambaikan tangan kepada kerumunan, hatinya berdebar. “Senang banget, karena kan aku baru pertama kali lihat langsung. Biasanya cuma lihat di sosial media, tapi hari ini bisa lihat langsung!” kata Silvi, suaranya penuh kegembiraan. Seperti Abid, Silvi juga menyampaikan doa dan harapannya untuk Presiden Prabowo. "Untuk Bapak Presiden, semoga tetap semangat terus ya, semangat untuk memperjuangkan masyarakatnya," katanya, penuh harapan.
Meskipun hanya sebuah gerakan sederhana—kedua pemimpin yang melambaikan tangan kepada rakyatnya—bagi mereka, itu adalah momen yang begitu berkesan. Silvi dan Abid, dua pelajar muda yang mungkin tidak menyadari betapa pentingnya sebuah momen kenegaraan, merasakannya sebagai sesuatu yang menghubungkan mereka langsung dengan kekuasaan yang mereka hormati.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!