Sopir Alphard Hantam Motor Ojek Pakai Batu Usai Senggolan di Jaksel

Desi Rossilawati
Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:14 WIB
Bagikan
Sopir Alphard Hantam Motor Ojek Pakai Batu Usai Senggolan di Jaksel

Tangkap layar ketika seorang sopir Toyota Alphard diduga memukul sepeda motor milik pengemudi ojek bernama Mulyadi (53)./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Seorang sopir Toyota Alphard yang identitasnya belum diketahui diduga memukul sepeda motor milik pengemudi ojek bernama Mulyadi (53) menggunakan batu di Jalan IKPN, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Peristiwa tersebut viral setelah video yang memperlihatkan sopir Alphard memukul motor Mulyadi menggunakan batu beredar di media sosial.

Mulyadi mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya melintas menuju arah Bintaro setelah mengantar penumpang ke sekolah. Saat itu, sepeda motornya berada di sisi kiri Jalan IKPN.

Ketika melintas, terdapat pengendara sepeda motor lain di sebelah kanan Mulyadi yang hendak berbelok. Kondisi tersebut membuat posisi Mulyadi semakin terjepit hingga sikutnya disebut mengenai bagian depan atau sekitar spion mobil Alphard.

Mobil tersebut kemudian membunyikan klakson. Sopir Alphard meminta Mulyadi menepi untuk membicarakan persoalan tersebut.

Mulyadi kemudian mengikuti mobil tersebut sekitar 50 meter. Ia bermaksud menyelesaikan persoalan setelah sopir Alphard menyebut terdapat goresan pada bodi mobil akibat senggolan.

Namun, Mulyadi mengaku tidak merasa menyenggol mobil tersebut hingga menyebabkan goresan.

“Saya lihat ada mobilnya baret, saya bilang kalau memang ini baretnya bukan karena tersenggol motor Mulyadi, saya enggak merasa,” kata Mulyadi dalam keterangannya dikutip, Rabu (19/8/2026).

Mulyadi juga mempertanyakan posisi goresan pada mobil yang menurutnya lebih tinggi dibandingkan setang sepeda motornya.

“Sedangkan posisi setang sama mobil, bodi mobil itu, ini baretnya ini di tinggi mobil,” jelasnya.

Anak Mulyadi, Pras (26), juga menduga goresan tersebut sudah ada sebelum insiden antara ayahnya dan mobil Alphard.

“Sebetulnya mobil baret itu bukan karena kejadian tadi, kemungkinan baret spion itu kayaknya baret lama,” kata Pras.

Namun, Pras menegaskan dugaan tersebut merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum disertai pemeriksaan lebih lanjut.

Sopir Alphard Hantam Motor dengan Batu

Perselisihan kemudian memanas setelah sopir Alphard disebut meminta ganti rugi atas goresan pada mobilnya.

Mulyadi mengaku sempat meminta maaf meski merasa tidak melakukan kesalahan. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak menyelesaikan perselisihan. Sopir Alphard kemudian mengambil batu blok yang berada di pinggir jalan dan menggunakannya untuk menghantam bagian depan sepeda motor Mulyadi sebanyak tiga kali.

“Motor saya dihajar tiga kali, lalu pecah bagian depan, bagian lampu,” kata Mulyadi.

Akibat kejadian tersebut, bagian depan sepeda motor Mulyadi mengalami kerusakan. Kunci sepeda motornya juga sempat diambil oleh sopir Alphard sebelum akhirnya dilemparkan kembali.

Sopir Alphard Sempat Hendak Mengambil Ponsel

Sebelum motor dirusak, Mulyadi mengatakan sopir Alphard sempat hendak mengambil ponsel yang disimpan di dalam jaketnya.

Menurut Mulyadi, ponsel tersebut hendak dijadikan jaminan atas permintaan ganti rugi yang diajukan sopir Alphard.

“HP yang di jaket itu mau buat jaminan,” kata Mulyadi.

Mulyadi menolak ketika sopir tersebut hendak mengambil ponselnya.

“Saya bilang, ‘Jangan, Pak,” ujarnya.

Setelah penolakan tersebut, sopir Alphard disebut mengancam akan merusak sepeda motor Mulyadi. Perselisihan kemudian berujung pada tindakan memukul bagian depan motor menggunakan batu.

Pras mengatakan dirinya sempat menghubungi sopir Alphard dan menanyakan alasan tindakan tersebut kepada ayahnya.

Menurut Pras, sopir Alphard mengaku sedang menghadapi sejumlah persoalan sebelum emosinya dilampiaskan dalam kejadian tersebut.

“Tadi saya sempat tanya juga, memang karena dia bilang sedang banyak pikiran, banyak masalah, jadi meluapkannya ke Bapak di kejadian tadi,” ujar Pras.

Pras mengatakan keluarga menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan tanpa tindakan yang menyebabkan kerusakan kendaraan.

Kasus Berakhir dengan Mediasi

Mulyadi mengatakan dirinya belum membuat laporan polisi setelah kejadian tersebut. Video peristiwa itu kemudian disebarkan oleh teman-temannya ke media sosial hingga menjadi perhatian publik.

Setelah video beredar, pihak perusahaan tempat sopir Alphard bekerja bersama pengemudi tersebut mendatangi rumah Mulyadi untuk melakukan mediasi.

Mediasi berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB dan dihadiri keluarga, Ketua RT, serta Babinsa setempat.

Dalam pertemuan tersebut, pihak pengemudi Alphard menyatakan kesediaannya bertanggung jawab atas kerusakan sepeda motor Mulyadi. Pihak perusahaan juga memberikan kompensasi kepada keluarga Mulyadi.

“Ya, alhamdulillah ada (kompensasi),” kata Mulyadi saat ditanya mengenai kompensasi yang diberikan.

Pras mengatakan kedua pihak masih akan melakukan mediasi lanjutan setelah sepeda motor ayahnya selesai diperbaiki.

“Untuk sementara ini sih nanti kita mau mediasi kedua,” ujar Pras.

Mulyadi mengatakan kedua pihak untuk sementara sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Sementara itu, Pras menyebut keluarga masih mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah proses perbaikan sepeda motor dan mediasi lanjutan dilakukan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.