Solusi Pengentas Kemiskinan, Kolaborasi Masjid Pemberdaya Perkuat Potensi Masjid
Sehingga, kata Andi, KMP ini hadir dengan memaksimalkan dan memfokuskan lima pilar fungsi masjid. Fokus tersebut diantaranya yaitu fungsi baitullah, baitullmaal, baitul dakwah, baitul tarbiyah, dan baitul muamalah. Harapanya Masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah, namun dapat menjadi lembaga yang memegang amanah dari umat khusunya ziswaf.
"Yang mana dari Lembaga tersebut jamaah/ ummat dapat bangkit, berdaya dan keluar dari kemiskinan yang kini dirasa semakin menjerat masyarakat kita," ungkap Andi.
KMP kali ini dihadiri oleh para tokoh masjid Berdaya dari berbagai daerah di Indonesia. Tokoh tersebut diantaranya adalah Ustaz Adang dari Masjid Darussalam, Ustaz Jazir dari Masjid Jogokariyan, Kusnadi Ikhwani dari Masjid Al Fallah, Sragen, Ustas Nanang dari Real Masjid, dan dari MRBJ.
Salah satu pesan dari Ustaz Jazir dalam kegiatan tersebut adalah, Masjid bukan hanya tempat beribadah. Tapi dari masjidlah harapanya segala permasalahan ummat dapat dipecahkan.
"Jangan hanya jadikan Masjid sebagai tempat singgah untuk beribadah. Namun jadikan ia sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan. Jamaah kesulitan ekonomi, maka masjid dapat menjadi fasilitas untuk mengentaskan pesmaslahan tersebut. Jamaah da yang kesulitan membayar biaya sekolah anaknya, maka masjid dapat membantu permasalahan tersebut, dan lain sebaginya," ustaz Jazir Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.
"Fungsi Baitullah itu prinsip,namun harus dapat menjadi energi dan sumberdaya lain untuk menghidupkan masyarakatnya," tutup ustaz Imam Alfaruq dalam sambutanya.@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!