Soloraya Akan Jadi Titik Pusat Mudik di Jawa Tengah. Ini yang Disiapkan
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Mohamad Risal Wasal, mengungkapkan, dalam rapat koordinasi dengan tim KAI Daop 6 Yogyakarta, pihaknya mendapat penjelasan jumlah KA yang dioperasikan rencananya berkurang. Karena dalam perhitungan belum memasukkan cuti bersama, serta kemungkinan adanya aturan pembatasan jumlah penumpang yang terkait dengan pandemi.
“Namun dengan keluarnya Instruksi Presiden, jumlah gerbong kereta api akan kami tambah untuk mengakomodasi melonjaknya jumlah penumpang melalui moda kerata api. Dengan perubahan KA TSO ( tidak siap operasi) menjadi SO ( siap operasi), minimal jumlah angkutan kereta api sama dengan saat belum pandemi pada tahun 2019,” kata Risal.
Sementara anggota Komisi VI dari Partai Gerindra, Sudewo, mengingatkan, Ditjen Perkeretaapian agar segera berkoordinasi dengan PT KAI dan pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, sehingga kondisi dapat dikendalikan sedini mungkin karena saat ini merupakan masa transisi dari pandemi ke endemi.
“Jangan sampai terjadi kekacauan di stasiun saat terjadi lonjakan penumpang. Sekarang kita dalam perubahan dari kurang normal menuju normal. Tentu, masih banyak yang harus dibenahi Ditjen Perkeretapian, terutama pelayanan yang harus betul-betul dicermati," ujar Sudewo kepada wartawan seusai audiensi.
Rombongan Komisi V DPR RI, selain meninjau Stasiun Solo Balapan, juga mengadakan audiensi yang sama dengan pengelola Terminal Tirtonadi dan Bandara Adi Soemarmo.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!