IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Soal BLT, Reynaldi : Pemkab Harus Mengakurasi Data Penerima Manfaat Dengan Benar, Jangan Sampai Ada Gejolak Sosial Di Masyarakat

ED
Jumat, 23 September 2022 | 19:30 WIB
Bagikan
Soal BLT, Reynaldi : Pemkab Harus Mengakurasi Data Penerima Manfaat Dengan Benar, Jangan Sampai Ada Gejolak Sosial Di Masyarakat

VISI.NEWS |BANDUNG - Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar, Reynaldi mendorong Pemkab Subang untuk terus melakukan akurasi data penerima BLT dampak kenaikan BBM.

Pembagian BLT itu, harus disalurkan tepat sasaran, dan hindari gejolak di masyarakat, menurutnya penyebab pemerintah menaikan BBM, salah satunya yaitu faktor krisis global.

"Meski demikian, masyarakat harus tetap tenang, tidak perlu panik dalam menghadapi kenaikan BBM, pemerintah pasti terus berupaya untuk mengatasi dampak kenaikan BBM ini," katanya.

Selain itu ia juga menyarankan, di tengah krisis pangan dan energi untuk membiasakan hidup hemat energi dan menjalankan gerakan tanam pangan cepat panen, dan kaitan BLT, Pemkab Subang harus betul-betul mengawal kebijakan tersebut.

"Kami meminta baik Pemkab Subang atau Pemdes untuk betul-betul mengawal terkait data terpadu kesejahteraan sosial, sehingga bantuan dapat tepat sasaran, dan diterima oleh penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan," jelasnya.

Oleh karena itu, sehubungan dengan kondisi nergara dan dunia pada saat ini berada pada kondisi yang cukup memperihatinkan, akan tetapi masyarakat harus bersyukur, karena keadaan ekonomi Indonesia masih dalam kestabilan.

"Adanya Krisis ekonomi global ini, harus bisa bersabar, mudah-mudahan kita semua (masyarakat) bisa melaluinya dengan baik, yakin keadaan ekonomi kita kedepan akan lebih baik, kita harus bangkit," ungkap Reynaldi Jumat (23/9/22).

Sekedar informasi, kaitan dengan BLT diketahui saat ini mulai disebarkan terhadap masyarakat, intinya adalah pemgawasan, kontrol, dan cek data secara akurat sehingga dapat terdistribusikan sesuai dengan manfaatnya.

"Dinsos Subang harus mengakurasi data dengan benar, begitu aparat desa, RW dan RT akurasi pendataannya harus objektif, tetap sasaran, jangan sampai ada gejolak sosial terjadi di masyarakat," pungkasnya. @eko.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.