Soal Banjir-Longsor di Sukabumi, Dedi Mulyadi: Hentikan Alih Fungsi Lahan
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 9 Maret 2025 | 14:22 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan aktivitas pertambangan serta penebangan pohon di kawasan hulu sungai memicu terjadinya banjir serta longsor di Kabupaten Sukabumi. Dia pun meminta aktivitas tersebut dihentikan.
“Hentikan seluruh penebangan pohon yang ada disini, hentikan penambangan yang ada disini. Hentikan alih fungsi lahan dulu,” ujar Dedi di Sukabumi, Sabtu (8/3/2024).
Dedi menyatakan apabila di kawasan hulu sungai aktivitas pertambangan hingga penebangan pohon itu tidak dihentikan maka penanganan bencana akan sulit dilakukan. “Kita tidak bisa membereskan ini kalau hulunya tidak beres,” ujarnya.
Terkait banjir akibat meluapnya sungai di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Dedi menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan. Dia pun menegaskan akan membongkar semua rumah yang ada wilayah sempadan sungai kemudian rumah-rumah di sempadan sungai ini didesain menjadi rumah panggung seperti yang akan dilakukan di daerah-daerah lain.
“Saya akan bongkar semua rumah yang di jalur sungai, saya geser semuanya atau saya desainkan rumah-rumah panggung seperti di Karawang sudah oke, Kota Bekasi sudah oke, sebagian Bogor sudah oke. Disini pun saya hanya akan memberikan bantuan ke rumah yang dekat dengan sungai tapi desainnya harus panggung,” ujarnya.
Selain itu Dedi pun akan membongkar jembatan yang melintang di atas Sungai Cipalabuan. Jembatan tersebut menghubungkan wilayah pemukiman ke dermaga Palabuhanratu.
Jembatan itu dibongkar untuk dibangun lagi dengan konstruksi yang awalnya lurus menjadi melengkung. Jembatan dengan konstruksi lurus itu menghalangi aliran air sungai terutama saat meluap dan dipenuhi sampah. Dengan bentuk melengkung, diharapkan air sungai akan mengalir dengan lancar. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!