SMP PCI Baleendah Gandeng SIS Wujudkan Siswa Berwawasan Internasional
“Betul-betul kesempatan dan pengalaman berharga bagi putra-putri kami, semoga jadi motivasi untuk mau belajar di luar negeri,” ungkap salah satu orang tua siswa SMP Prima Cendekia Islami yang mengomentari kegiatan siswa selama mereka mengunjungi Sekolah Indonesia Singapura.
Memaknai momentum kunjungan ini dalam perspektif penguatan kelembagaan, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMP Prima Cendekia Islami dan Sekolah Indonesia Singapura. Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Beny Saputro, selaku Kepala SMP Prima Cendekia Islami dan Bapak Semuel Kuriake Balubun, selaku Kepala Sekolah Indonesia Singapura, sebagai bentuk komitmen kedua institusi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kegiatan kolaboratif di masa mendatang.
Kepala Sekolah SIS menyambut baik kerjasama dan kehadiran SMP PCI di Singapura. Ini momentum yang baik untuk berkolaborasi antara sekolah di Indonesia dengan Singapura. Kami dapat saling berbagi informasi dengan sekolah dan guru di tanah air dan berharap kolaborasi akan terus berlanjut di masa mendatang.
Kolaborasi dua sekolah ini akan membuka peluang kerjasama lain berupa pertukaran pelajar, tenaga pendidik dan atau kependidikan untuk saling menimba ilmu di kemudian hari, ungkap Bapak Semuel.
Pembina Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, Siti Komariah, yang turut mendampingi kunjungan itu, berharap dengan terselenggaranya kunjungan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik baru, tetapi juga semakin terbuka dalam membangun jaringan kebersamaan dan pemahaman antar budaya dalam lingkungan pendidikan internasional.
Interaksi para siswa dari sekolah di Bandung dengan sekolah di Singapura, memiliki pola interaksi yang saling melengkapi. Interaksi persahabatan yang hangat, kolektif, dan berlandaskan norma sosial. Keduanya memiliki keunggulan yang bisa saling melengkapi, terutama dalam konteks pendidikan global.
Siswa sekolah Indonesia yang bersekolah di Singapura memiliki karakter yang khas karena berada di persimpangan budaya Indonesia, sistem pendidikan indonesia di luar negeri, dan lingkungan multikultural internasional. Ini menarik untuk dipelajari lebih lanjut, ungkap sosiolog dari Universitas Pendidikan Indonesia itu. @Ihda
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!