Skin Age Detector: Inovasi Teknologi AI untuk Menganalisis Kondisi Kulit dan Menentukan Usia Kulit Sebenarnya
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 13 Januari 2025 | 01:16 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Di tengah perkembangan dunia kesehatan dan kecantikan, perawatan kulit kini semakin diperkaya dengan penggunaan teknologi canggih yang mampu menganalisis kebutuhan kulit secara lebih mendalam. Salah satu inovasi terbaru adalah Skin Age Detector, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi berbagai kondisi kulit seperti kerutan, pori-pori, kekasaran, kepekaan kulit, dan dark spots.
Menurut Norita Sembada, Managing Director Erha Clinic Group, teknologi ini memberikan hasil yang memungkinkan mengetahui usia kulit yang sesungguhnya, apakah lebih tua atau lebih muda dari usia biologis seseorang. Dengan data ini, setiap individu bisa mendapatkan rekomendasi perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi kulit mereka.
"Teknologi ini membantu mendeteksi kondisi kulit seperti kerutan, pori-pori, kepekaan kulit, kekasaran kulit, hingga dark spots. Dari hasil analisis tersebut, kita bisa mengetahui usia kulit yang sebenarnya, apakah lebih tua atau lebih muda dari usia biologis kita," kata Norita.
Selain itu, teknologi ini juga mempermudah proses konsultasi antara dokter dan pasien, di mana keduanya dapat melihat hasil analisis yang sama pada layar monitor untuk mendiskusikan program perawatan yang dibutuhkan.
"Pasien dan dokter bisa melihat analisis yang sama pada layar monitor, sehingga mempermudah diskusi mengenai program perawatan yang dibutuhkan," kata Norita.
Pada tahun 2025, tren perawatan kulit diprediksi akan terus mengarah pada program anti-aging untuk menjaga kulit tetap awet muda.
"Orang semakin sadar akan pentingnya mencegah penuaan dini. Segala program yang berhubungan dengan skin aging dan anti-aging akan terus meningkat popularitasnya," ucapnya.
Program yang berfokus pada penuaan dini dan anti-aging diperkirakan akan semakin diminati. Selain itu, perawatan rambut, terutama terkait kebotakan dan kerontokan akibat faktor hormonal, juga semakin populer, dengan lebih banyak pria yang mencari solusi untuk masalah rambut mereka. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!