SKETSA | Queen Elizabeth
Beberapa nama Perdana Menteri yang bekerja dengannya selama bertahun-tahun adalah tokoh ikonik seperti Winston Churchill, Margaret Thatcher, dan Tony Blair. Churchill adalah Perdana Menteri ketika Elizabeth baru menjabat menjadi Ratu. Churchill mendapat tempat khusus dalam kehidupan Ratu Elizabeth, ia adalah seorang politisi kawakan yang dikagumi dunia karena kepemimpinannya selama Perang Dunia II. Jadi ketika menjadi Ratu di usia yang begitu muda, ia melihat Churchill sebagai seorang mentor. Mereka berbagi kepentingan di luar politik dan hal-hal yang menyangkut negara tercinta. Churchill dan Elizabeth sama-sama menyukai olahraga polo dan sejarah militer, yang berarti mereka selalu memiliki sesuatu untuk dibicarakan. Ketika Churchill mengundurkan diri pada tahun 1955, Elizabeth menulis surat yang menyentuh di mana ia menyatakan betapa merindukannya. Seraya menambahkan bahwa tidak seorang pun akan mampu menggantikan posisi Perdana Menteri pertamanya itu.
Dari semula masih hijau dalam ilmu politik, Elizabeth lama-lama pandai membaca politik negara dan dunia. Karena ia terus berkuasa sementara Perdana Menterinya selalu jatuh dan berganti. Bertemu dengan politisi bukanlah hal baru bagi Elizabeth. Dalam 70 tahun pemerintahannya, dia bertemu 13 presiden Amerika dan para kepala negara dunia. Sementara, bekerja dengan Perdana Menteri untuk memimpin negara bisa menjadi sedikit rumit karena keluarga kerajaan tidak diizinkan untuk mendukung politisi atau berbagi pandangan mereka tentang politik secara umum. Ratu harus menjaga semuanya tetap profesional dan berhati-hati untuk tidak memfavoritkan satu-dua politisi.
Tidak semua Perdana Menteri diperlakukan demikian baik oleh Ratu. Hubungan Ratu dengan Perdana Menteri Tony Blair dimulai dengan awal yang sulit. Ratu tersinggung ketika istri Blair menolak untuk memberi hormat selama pertemuan pertama mereka. Kemudian menjadi lebih tegang ketika Blair mengubah hari pertemuan mingguan Perdana Menteri dengan Ratu dari Selasa menjadi Rabu — yang tentu saja mengubah jadwal Ratu juga. Tidak hanya itu, Blair masih saja menghinanya 20 tahun setelah ia tidak menjadi Perdana Menteri lagi. Pada tahun 2021, Elizabeth menolak memberi Blair gelar “Sir”, sebuah kehormatan yang telah diberikan kepada sebagian besar pensiunan Perdana Menteri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!