SKETSA | Oracle
Oracle Delphi memberikan pengaruh yang cukup besar di seluruh budaya Hellenic. Secara khusus, wanita ini pada dasarnya adalah otoritas tertinggi baik secara sipil maupun agama di Yunani kuno yang didominasi pria. Ia menjawab pertanyaan warga negara, orang asing, raja, dan filsuf tentang masalah dampak politik, perang, tugas, kejahatan, keluarga, hukum—bahkan masalah pribadi. Negara-negara semi-Hellenic di seluruh dunia Yunani, seperti Lydia, Caria, dan bahkan Mesir juga menghormatinya serta datang ke Delphi untuk memohon petunjuk.
Pythia pernah mengatakan bahwa tidak ada pria yang lebih bijaksana daripada Socrates. Menurut Socrates, ia bijaksana karena menyadari ketidaktahuannya sendiri. Sejak itu Socrates mendedikasikan hidupnya untuk mencari pengetahuan yang kemudian menjadi peletak dasar ilmu filsafat Barat. Socrates mengklaim, bahwa filsafatnya merupakan “panduan penting untuk pengembangan pribadi dan negara.”
Nubuat-nubuat yang dibuat oleh oracle kemudian dikumpulkan dalam Sibylline, Sibyl itu diartikan sebagai wahyu ilahi. Karenanya nubuat yang diucapkan oracle ketika sedang ‘menerima wahyu’ kalimatnya ‘bijaksana’, tidak memberikan suatu detail dan kepastian. Semuanya sangat tergantung pada tafsir. Seperti nubuat yang diberikan oracle kepada Croesus. Oracle itu hanya mengatakan “Jika Anda menyeberangi sungai, sebuah kerajaan besar akan hancur”. Namun tidak ada keterangan kerajaan mana yang akan hancur. Seharusnya Croesus tidak berbesar hati dulu, ia wajib menghitung segala kemungkinan. Sibylline terakhir yang tercatat adalah tahun 362 M, ketika oracle memberikan ramalan kepada Julian the Apostate.
Kekuatan oracle sangat dicari dan tidak pernah diragukan. Setiap ketidakkonsistenan antara nubuat dan peristiwa yang kemudian terjadi, bukanlah sebagai kegagalan. Tetapi kesalahan terletak pada orang yang menerima nubuat dari oracle, karena tidak menafsirkan ramalan secara benar. Sangat sering suatu nubuat diucapkan secara ambigu, sehingga mencakup semua kemungkinan. Salah satu ramalan terkenal yang diucapkan oracle kalau kita bertanya apakah ikut dalam perang atau tidak. Maka jawaban yang diberikan oracle adalah seperti ini: “Anda akan pergi, maka akan kembali.” Tetapi kembali ke mana? Ke kampung atau ke akhirat? Itu masih teka-teki. Tidak akan pernah jawaban oracle seperti ini: “kalau ikut perang, Anda akan binasa”. Cara menjawab oracle seperti itu akan memberikan kebebasan kepada penerima nubuat untuk menafsirkan sendiri maksud kata-katanya, karena mencakup dua kemungkinan hasil. Karenanya, dalam memahami kata-kata dari oracle dibutuhkan ilmu tafsir atau Hermeneutika. Hal itu akan dibahas tersendiri pada kesempatan lain.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!