SKETSA | Karna
Karna maju setelah Duryodana, sahabatnya, mengalami kegagalan. Ia berhasil mengenai sasaran boneka ikan, dan memenangkan sayembara. Tetapi Drupadi menyatakan keberatan apabila Karna memenangkan sayembara, karena dirinya tidak mau menikah dengan anak seorang kusir. Karna sakit hati mendengarnya. Ia menyumpahi Drupadi sebagai wanita sombong dan pasti menjadi perawan tua karena tidak ada lagi peserta yang mampu memenangkan sayembara sulit tersebut selain dirinya. Ucapan Karna membuat Drupada merasa khawatir. Raja Pancala itu pun membuka pendaftaran baru untuk siapa saja yang ingin menikahi Drupadi. Persyaratan baru dibuat tegas, pemenang sayembara tidak harus berasal dari golongan kesatria. Kali ini Arjuna yang datang dan memenangkan sayembara. Drupadi diboyong ke Astina, dan diserahkan ke Yudistira, kakaknya, untuk diperistri.
Kesewenang-wenangan yang bertubi-tubi kepada Karna, telah membuat Kunti resah dan bersedih. Dan pada akhirnya Kunti menjelaskan kepada para Pandawa tentang affairnya di masa lalu dengan Dewa Surya, ketika masih remaja. Mendengar itu, Pandawa dan para petinggi Astina berbondong-bondong mendatangi Karna untuk menyatakan rasa penyesalan dan mengangkatnya sebagai anggota kerajaan, serta dipersilahkan tinggal di Indraprasta. Tetapi sudah terlambat, sikap Karna menolak dengan tegas persaudaraan dengan para Pandawa. Ia menyatakan setia kepada Kurawa yang telah meningkatkan derajatnya menjadi kesatria. Hal itu terbukti ketika Perang Baratayuda tiba, Karna berdiri di pihak Kurawa dan menjadi panglima perang menggantikan Dorna yang gugur.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!