SKETSA | Golkar
Bagaimana dengan Golkar? Kursinya di DPR mencapai 14,78%, sangat sexy. Tetapi Airlangga, pemimpinnya, yang diamanatkan partainya untuk menjadi Capres pada Pemilu 2024, elektabilitasnya masih di bawah 1%. Airlangga masih meminta waktu kepada rekan-rekannya di partai untuk menaikkan elektabilitasnya dalam kurun waktu yang tinggal setahun ini. Rupanya pemasangan baliho besar-besaran di jalan-jalan strategis itu, masih belum menolong. Karenanya ia kasak-kusuk mewacanakan penundaan Pemilu. Kalau Jokowi bisa menjabat Presiden 3 periode, posisinya akan aman. Sayang usaha ini mengundang demo mahasiswa, sehingga menjadi bumerang bagi dirinya. Dan menjadi pemicu rekan-rekannya di partai untuk siap-siap mengganti Airlangga dengan pemimpin yang baru. Dengan itu Golkar menjadi lebih fleksibel dalam bermanuver mencari rekan koalisi yang cocok untuk Capres 2024.
Waktunya tidak lama lagi. Harus buru-buru bergerak agar Golkar tidak ketinggalan kereta dengan partai lain. Memang sulit bagi Golkar yang tidak punya kader yang menonjol untuk maju ke Pemilu 2024. Satu-satunya jalan adalah mengambil calon potensial yang masih available dan berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi ambang batas 20%. Seandainya Golkar dan Gerindra memajukan Prabowo jadi Capres dan Ganjar menjadi Cawapres, urusan 2024 akan selesai sudah. Mereka pasti menang dalam satu putaran.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!