SKETSA | Benturan Peradaban (VII)
Betapa tidak memadainya label, generalisasi, dan pernyataan budaya pada akhirnya, karena konsep identitas dan kebangsaan penuh dengan ketidaksepakatan dan tidak akan ada habisnya untuk diperdebatkan. Keputusan sepihak yang dibuat seperti menarik garis di pasir: untuk melakukan perang salib, untuk melawan kejahatan, untuk membasmi terorisme – seperti dalam kosakata nihilistik Paul Wolfowitz. Bagi Edward Said, tesis “The Clash of Civilizations” adalah gimmick seperti “The War of the Worlds,” agar bisa lebih baik dalam memperkuat harga diri secara defensif daripada melakukan pemahaman kritis tentang saling ketergantungan peradaban yang cukup membingungkan di zaman kita. Kiranya hal-hal seperti inilah yang perlu dicermati di balik pemaparan Huntington yang sangat panjang dan kaya dengan detail itu.***
Referensi
Fanani, Ahmad Fuad Fanani (Desember 2011). The Global War on Terror, American Foreign Policy, an Its Impact on Islam and Muslim Societies. IJIMS, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies. Volume 1, No 2
Gelb, Leslie dan Betts, Richard Betts (1979). The Irony of Vietnam: The System Worked. Indiana University: Brookings Institution Press.
Huntington, Samuel P. (2000). Benturan Antar Peradaban. terj. Ismail, M. Sadat. Yogyakarta: Penerbit Qalam.
Hyndman-Rizk, Nelia (2012). Pilgrimage in the Age of Globalization: Constructions of the Sacred and Secular in Late Modernity. Cambridge Scholars Publishing.
Lock, Peter (2006). Routledge Companion to the Crusades. Routledge.
M. Magstadt, Thomas (2010). Eastern Europe, Nations and Government: Comparative Politics in Regional Perspective (edisi 6). Boston: Cengange Learning.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!