SKETSA | Baceprot
Oleh Syakieb Sungkar
BELUM pernah terjadi dalam kancah musik dunia, ada tiga orang berjilbab yang jingkrak-jingkrak memainkan musik metal dengan sempurna. Kecuali band VoB yang merupakan kependekan dari Voice of Baceprot. Baceprot yang berarti berisik atau bawel itu, diawaki oleh trio cewek asal Garut: Firdda Marsya Kurnia, sebagai vokalis merangkap gitaris, Widi Rahmawati yang mengurus bass, dan Euis Siti Aisyah yang suka gebukin drum, walau drum itu tidak bersalah. Bagi yang suka mendengar musik metal dari band Rage Against the Machine, Red Hot Chilli Paper, dan Slipknot, maka musik VoB ini terdengar tidak asing.
VoB dibentuk tahun 2014 dan merilis singelnya pada tahun 2018 yang berjudul “School of Revolution”. Musik yang didominasi oleh permainan reef dan mempunyai belokan indah pada bagian refrainnya - karena mengingatkan saya pada cengkok qasidahan - mempunyai improvisasi gitar yang menarik. Berikut adalah lirik dari “School of Revolution”:
Sekolah pagi-pagi ragaku ini berlari
Paksa mimpi yang tak satupun ku mengerti
Terlempar kepala dipaksa pintar
Terdampar kepala dipaksa bingar
Don’t try to judge us now
Di balik tembok isi kepala seakan digembok
Selaksa dogma ditimpa hingga bongkok
Bila teriak merdeka bersiaplah ditabok atau dikatain.
And my soul is empty
And my dream was dying
My soul fall in dark side
And I lose my life
Di sana dijuluki penjara paling indah
Tapi tak berikan bukti apa-apa
Hanya seabruk aturan yang tak pernah diterapkan
Menyisakan sejarah yang telah terlupakan
Don’t try to judge us now
Banyak orang hanya beradu persepsi
Saling tindas dengan alasan visi dan misi
Korbankan mimpi yang akhirnya jauh terdampar
Terlempar samar dan akhirnya mulai pudar
Hanya orang fokus yang dapat bertahan
Punya mimpi dan berani tuk wujudkan
Bila sukses tanpa harus korbankan prinsip
Punya semangat dan pikiran yang positif
https://www.youtube.com/watch?v=4aZX-C8HKJcLirik lagu ini lumayan panjang, bercerita tentang kehidupan si trio itu sendiri yang nampaknya lebih suka bermusik ketimbang bersekolah. Mereka merasa tergembok dan dicurahi dogma, serta akan dilecehkan jika ingin merdeka. Menurut mereka, sekolah itu adalah penjara yang membuat jiwa kosong dan gelap. Dan di akhir lirik, VoB memberikan nasehat agar kita fokus serta berani mewujudkan mimpi.
Tidak terpikir sebelumnya bahwa VoB berasal dari kegiatan ekstra kurikuler Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA) di Singajaya, Garut. Atas bimbingan Ersa Eka Susila Satia, atau yang biasanya dipanggil Abah, band itu kemudian tampil dari festival ke festival sampai akhirnya dikenal seperti sekarang. Tahun lalu VoB berkeliling Eropa Barat walau dalam suasana pandemi. Kita doakan agar album mereka segera dirilis dan kita dapat mendengarnya bersama-sama pada aplikasi Spotify.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!