"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Azyumardi Azra

ED
Rabu, 21 September 2022 | 06:30 WIB
Bagikan
SKETSA | Azyumardi Azra

Seringkali kita berpikir untuk mencari Islam yang ‘murni’ seperti yang ada dalam kehidupan Nabi Muhammad ketika ia hidup. Namun yang ‘murni’ itu sebetulnya sebuah utopia karena layaknya sebuah agama yang selalu aktual di seluruh zaman, maka ia harus bertransformasi dalam ruang dan waktu. Artinya situasi di Indonesia akan berbeda dengan Mekah yang jaraknya 8000 km dari Jakarta. Demikian pula jarak waktu yang 15 abad itu akan membutuhkan penyesuaian agar agama dapat diterapkan di masa kini. Untuk itu dibutuhkan upaya ijtihad untuk mencari solusi permasalahan-permasalahan masa kini dengan berinspirasi dari teks yang ada dalam Al Quran dan Hadits.

Untuk itu penguasaan atas bahasa Arab dan sejarah menjadi sangat penting agar dapat mengerti konteks penafsiran suatu teks. Dengan melihat konteks mengapa di masa lalu suatu aturan diberlakukan seperti itu, maka seorang intelektual Islam akan dapat mengambil hakikat dari teks tersebut. Dan mencari jalan baru atau ketetapan baru untuk masalah aktual yang menyesuaikan dengan konteks masa kini. Itulah sebabnya jurnal seperti Studia Islamika sangat penting karena memberikan wawasan kepada pembacanya dalam mempelajari khazanah Islam. Jurnal itu berkembang terus sampai sekarang dari semula edisi cetak sekarang sudah terindeks Scopus Q1, suatu standard tertinggi jurnal ilmiah internasional. Kiranya apa yang digagas oleh beliau menjadi amal abadi dan pahalanya akan menjadikannya rumah di surga.

  • Penulis, mantan aktifis ormas Islam di Bandung, pengamat seni dan pernah menjadi juri dalam Bandung Contemporary Art Award (BaCAA), mantan executive di beberapa perusahaan telekomunikasi, pernah bersekolah di FMIPA – Universitas Indonesia (1981), Elektro Telekomunikasi – Institut Teknologi Bandung (1986), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (2020), menulis buku “Melacak Lukisan Palsu” (2018), dan buku “Seni Sebagai Pembebasan” (2022), pernah berpameran tunggal lukisan di Galeri Titik Dua, Ubud (2021), saat ini menjadi Editor in Chief di Jurnal Filsafat Dekonstruksi (jurnaldekonstruksi.id). 

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.