Siskamling Siaga Bencana, Farhan Kembali Telusuri Gang Gang Sempit di Kota Bandung
“Ini contoh tindakan cepat. Begitu ditemukan sumbatan, langsung kita bereskan. Kita ingin setiap kunjungan bukan cuma memotret masalah, tapi juga menyelesaikannya di tempat,” ujar Farhan.
Di sisi lain, Farhan mengapresiasi gerakan warga yang mulai mengintegrasikan program Buruan Sae dan Dapur Dahsyat untuk menekan angka stunting.
Hasil panen sayuran dari Buruan Sae dimanfaatkan sebagai bahan masakan bergizi di Dapur Dahsyat, yang kini aktif di tingkat RW.
“Saya senang, konsepnya sudah mulai berjalan. Masyarakat memanfaatkan hasil Buruan Sae untuk dapur sehat. Ini bisa menjadi model sinergi antara kesehatan, lingkungan, dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Farhan menyebut konsep ini sebagai “Segitiga Penting” kolaborasi antara kader kesehatan, masyarakat, dan pemerintah yang dapat memperkuat daya tahan lingkungan sekaligus memperbaiki pola hidup warga.
Data kelurahan mencatat, di kawasan Pelindung Hewan terdapat sekitar 500 rumah. Dari jumlah itu, sebanyak 180 unit di antaranya merupakan kos-kosan dan rumah sewa bulanan. Total penduduk mencapai 2.400 jiwa, dengan rata-rata lima orang per rumah.
“Kepadatan seperti ini memang masih dalam batas wajar, tapi dengan rumah-rumah kecil dan jarak antarbangunan yang rapat, risiko penyakit menular tetap tinggi. Kita akan lihat lagi luas rumah dan tata lingkungannya,” jelas Farhan.
Menurutnya, pemetaan ulang tata ruang dan sanitasi di wilayah padat menjadi langkah penting agar perbaikan pemukiman bisa lebih tepat sasaran.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!