Sinyal 5G Muncul, Tapi Tetap Lambat? Ini Penjelasannya
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 6 Juni 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Meski Indonesia sudah menggelar jaringan 5G sejak 2021, banyak pengguna masih merasa kecepatannya belum beda jauh dari 4G. Ikon 5G memang muncul di layar, tapi saat streaming, main game, atau browsing, kecepatannya sering bikin frustrasi. Nah, berikut penjelasan teknis kenapa 5G di Indonesia belum sekencang harapan:
1. Jangkauan 5G Masih Terbatas
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), cakupan jaringan 5G di Indonesia baru 4,44%. Artinya, belum semua wilayah terlayani sinyal 5G. Hanya beberapa area, biasanya pusat kota atau kawasan bisnis, yang benar-benar mendapat koneksi cepat ini. Operator seperti Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata masih terus memperluas jangkauan.2. Spektrum Frekuensi Belum Ideal
Untuk menjalankan 5G secara optimal, dibutuhkan spektrum minimal 100 MHz khusus 5G. Tapi kenyataannya, banyak operator masih memakai spektrum yang sama dengan 4G, alias berbagi jalur. Tahun ini, pemerintah akan membuka seleksi untuk pita 700 MHz, 1,4 GHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz, supaya kecepatan internet bisa digenjot hingga tembus 100 Mbps atau lebih.3. Frekuensi Tinggi = Koneksi Cepat Tapi Rentan Gangguan
Teknologi 5G sejati memanfaatkan frekuensi tinggi seperti millimeter wave (24–100 GHz). Frekuensi ini bisa mentransfer data sangat cepat, tapi punya kelemahan: jangkaunya pendek dan mudah terganggu. Sinyalnya bisa terhalang tembok, pohon, bahkan hujan. Saat ini, belum ada operator di Indonesia yang menjalankan 5G di band ini.4. Kepadatan Pengguna Bikin Lemot
Karena jangkauan masih terbatas, satu menara 5G bisa melayani terlalu banyak pengguna dalam satu waktu. Alhasil, bandwidth jadi terbagi dan kecepatan tiap pengguna pun menurun. Ibaratnya, seperti jalan tol yang sempit tapi dilalui terlalu banyak mobil, tetap macet juga.5. Perangkat Belum Maksimal
Walaupun smartphone 5G sudah beredar luas, tidak semua mendukung semua jenis pita frekuensi. Banyak ponsel hanya mendukung sub-6 GHz, dan belum bisa menangkap sinyal millimeter wave. Selain itu, pengaturan software, suhu ponsel, atau daya tahan baterai juga bisa memengaruhi performa koneksi. 5G memang sudah hadir di Indonesia, tapi belum maksimal. Penyebabnya beragam, mulai dari cakupan jaringan yang masih minim, spektrum yang terbatas, hingga perangkat yang belum kompatibel sepenuhnya. Tapi tenang, ke depan pemerintah dan operator terus berupaya memperluas jangkauan dan mempercepat jaringan, agar internet benar-benar bisa ngebut seperti janji 5G. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!