Sineas Senior Imam Tantowi Meninggal Dunia

Desi Rossilawati
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:58 WIB
Bagikan
Sineas Senior Imam Tantowi Meninggal Dunia

Sineas senior Imam Tantowi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Kabar duka menyelimuti dunia perfilman Indonesia. Sineas senior Imam Tantowi meninggal dunia, Jumat (21/8/2026) sore dalam usia 80 tahun.

Kabar meninggalnya Imam Tantowi disampaikan Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Evry Joe. Ia menyebut Imam Tantowi sebagai salah satu sutradara besar yang memiliki kontribusi panjang terhadap perkembangan perfilman Tanah Air.

“Telah berpulang, meninggal dunia, Bapak Imam Tantowi. Beliau adalah sutradara besar kita, berpulang pada sore ini di usia 80 tahun,” kata Evry dalam keterangannya dikutip, Sabtu (22/8/2026).

Jenazah Imam Tantowi saat ini disemayamkan di rumah duka di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten.

Evry juga menyampaikan penghormatan terakhir kepada Imam Tantowi. Ia berharap karya-karya sang sineas dapat terus menjadi pembelajaran dan inspirasi bagi generasi muda perfilman Indonesia.

“Saya pribadi mengucapkan selamat jalan Mas Imam. Semoga karya-karyamu menjadi pembelajaran untuk sineas-sineas muda dan menjadi amal di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Perjalanan Imam Tantowi di Dunia Film

Imam Tantowi lahir di Tegal pada 13 Agustus 1946. Perjalanan seninya dimulai melalui panggung teater sandiwara pada era 1960-an.

Memasuki dekade 1970-an, Imam Tantowi mulai aktif di industri perfilman Indonesia. Berdasarkan informasi Indonesian Film Center, ia terlibat dalam berbagai produksi film dengan menjalankan sejumlah peran, mulai dari penata artistik, penulis skenario hingga sutradara.

Sejumlah film populer juga tercatat melibatkan Imam Tantowi sebagai penulis skenario. Di antaranya Pengabdi Setan (2017), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013), dan Ketika Cinta Bertasbih (2009).

Sementara sebagai sutradara sekaligus penulis skenario, beberapa karya yang digarapnya antara lain Tujuh Manusia Harimau (1986), Saur Sepuh III (1989), dan Saur Sepuh IV (1991).

Raih Sejumlah Penghargaan

Dedikasi Imam Tantowi dalam perfilman Indonesia juga mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan.

Ia meraih Piala Citra sebagai Penulis Cerita Asli Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1989 melalui film Si Badung.

Dua tahun kemudian, Imam Tantowi kembali meraih Piala Citra. Kali ini ia mendapat penghargaan sebagai Sutradara Terbaik FFI 1991 melalui film Soerabaia 45.

Kiprahnya tidak hanya terbatas pada film layar lebar. Imam Tantowi juga aktif dalam produksi sinetron dan meraih penghargaan sebagai Penulis Cerita Asli Terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia pada 1994, 1995, dan 1996.

Penghargaan tersebut diraihnya melalui sejumlah karya, yakni Madu Racun dan Anak Singkong, Jejak Sang Guru, serta Suami-Suami Takut Istri.

Imam Tantowi juga dikenal sebagai penulis cerita Bang Jagur dan Maha Kasih. Salah satu episode dari karya tersebut kemudian dikenal luas dengan judul Tukang Bubur Naik Haji.

Kepergian Imam Tantowi meninggalkan jejak panjang di industri perfilman dan sinetron Indonesia. Selama lebih dari lima dekade berkarya, ia telah menghasilkan berbagai karya sebagai bagian dari perjalanan seni dan perfilman Tanah Air.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.