Shell, Pertamina, dan BP-AKR Jelaskan Proses Blending Aditif dalam BBM
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 28 Februari 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pertamina, Shell, dan BP-AKR menjelaskan bahwa penambahan zat aditif dalam bahan bakar bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, bukan untuk mengubah angka oktan atau Research Octane Number (RON).
Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa Pertamax menerima tambahan aditif bermerek Avgon serta pewarna di terminal melalui proses injeksi blending sebelum didistribusikan ke SPBU.
"Untuk Pertamax, kita tambahkan aditif. Jadi di situ ada proses penambahan aditif dan proses penambahan warna. Ini adalah proses injeksi blending," ujar Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (26/2/2025).
Ia menegaskan bahwa pencampuran aditif dalam bahan bakar adalah praktik umum di industri minyak. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk yang dijual kepada masyarakat.
"Ketika kita menambahkan proses blending ini, tujuannya adalah untuk meningkatkan value daripada produk tersebut. Jadi base fuel RON 92 ditambahkan aditif agar ada benefit-nya, penambahan benefit untuk performansi daripada produk-produk ini," jelasnya.
Senada dengan itu, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengatakan bahwa BBM RON 92 yang diimpor dari Singapura juga merupakan base fuel. Shell menambahkan aditif di terminal sebelum BBM didistribusikan ke SPBU.
"Produk yang dibawa itu memang base fuel. Jadi misalnya kita katakan RON 92, itu memang RON 92 base fuel. Nah, itu kemudian kami tambahkan aditif di terminal kami," kata Ingrid.
Direktur Utama PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR), Vanda Laura, juga menyatakan bahwa perusahaan mereka menerapkan proses serupa dengan pengujian ketat untuk memastikan kualitas bahan bakar tetap terjaga.
"Aditif suatu zat yang ditambahkan ke base fuel untuk memberikan manfaat lebih. Manfaat yang ditawarkan masing-masing brand, tentunya berbeda-beda," ungkapnya.
Vanda menambahkan bahwa BP-AKR memiliki komitmen dalam menjaga kualitas BBM, dengan pengujian yang dilakukan saat pemuatan dan pembongkaran. Selain itu, BP-AKR secara berkala bekerja sama dengan Lemigas untuk melakukan pengujian kualitas bahan bakar.
"Sampai di Jakarta discharge itu dicek lagi. Dan kemudian secara rutin paling tidak satu kuartal sekali kami melakukan pengujian juga dengan Lemigas," jelasnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!