Shah Shahiran Bidik Comeback Singapura

ED
PN
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:47 WIB
Bagikan
Shah Shahiran Bidik Comeback Singapura

VISI.NEWS — Kenangan 14 tahun lalu menjadi bahan bakar motivasi bagi gelandang Singapura, Shah Shahiran, untuk membawa timnya bangkit saat menghadapi Thailand pada leg kedua semifinal ASEAN Hyundai Cup™ 2026 di Bangkok, Selasa, 18 Agustus 2026.

Shah masih mengingat ketika Singapura mengalahkan Thailand 3-1 pada leg pertama final ASEAN Championship 2012. Saat itu, ia belum menjadi bagian dari tim nasional dan hanya menyaksikan pertandingan dari tribun.

Kemenangan tersebut membantu Singapura meraih gelar regional keempatnya. Bagi Shah yang ketika itu masih berusia belia, keberhasilan tersebut justru menumbuhkan impian untuk suatu hari mengenakan seragam tim nasional.

Kini, 14 tahun kemudian, Shah berada di lapangan sebagai bagian dari skuad Singapura. Setelah The Lions kalah 1-3 dari Thailand pada leg pertama semifinal di Jalan Besar Stadium, ia bertekad membantu timnya membalikkan keadaan pada pertandingan kedua di Bangkok.

“Bagi saya, itu adalah hari yang sangat spesial ketika menyaksikan Singapura memenangkan gelar. Sejak kecil saya ingin menjadi pemain tim nasional. Saya masih ingat ketika mereka menang pada 2012. Hal itu membuat saya semakin percaya diri untuk bekerja lebih keras agar bisa mewakili negara,” ujar Shah.

Dari Tribun 2012 ke Tim Nasional

Perjalanan Shah menuju tim nasional berlangsung bertahap. Ia berkembang melalui Singapore Sports School dan National Football Academy sebelum menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Tampines Rovers.

Di klub tersebut, pelatih Gavin Lee menjadi salah satu sosok yang berpengaruh dalam perkembangan kariernya. Shah juga memiliki panutan lain, yakni mantan gelandang tim nasional Singapura Shahdan Sulaiman.

Shah mengagumi gaya bermain Shahdan, terutama ketenangan dan kemampuannya tetap tampil tenang ketika menghadapi situasi sulit.

“Saya sangat mengaguminya karena saya menyukai gaya bermainnya. Dia tenang dan sangat matang, bahkan dalam situasi sulit,” kata Shah.

Menurutnya, karakter tersebut menjadi kualitas yang ingin ia bawa ke dalam permainannya, terutama ketika menghadapi pertandingan besar.

“Jika saya bisa menambahkan elemen-elemen itu ke dalam permainan saya, saya pikir itu sangat penting bagi saya, khususnya menghadapi pertandingan besar di Piala Asia dan juga semifinal ASEAN Hyundai Cup™ 2026 melawan Thailand,” ujarnya.

Debut di ASEAN Championship Berbuah Gol

Shah melakukan debutnya di ASEAN Championship pada edisi 2022 ketika Singapura menghadapi Myanmar di Jalan Besar Stadium.

Debut tersebut menjadi momen istimewa karena ia langsung mencetak gol senior pertamanya untuk tim nasional. Gol tersebut tercipta melalui tembakan dari jarak sekitar 25 yard dan membantu Singapura meraih kemenangan 3-2.

“Saya senang berada di posisi saya sekarang dan bisa bermain di turnamen ini untuk ketiga kalinya,” kata Shah.

Ia masih mengingat dengan jelas momen ketika mencetak gol pertamanya di level senior.

“Itu adalah momen spesial bagi saya karena saya bisa mencetak gol senior pertama di depan para penggemar Singapura dan keluarga saya. Saya merinding setelah gol pertama itu,” ujarnya.

Empat tahun setelah debutnya, Shah kembali menjadi bagian penting dari perjalanan Singapura di ASEAN Hyundai Cup™ 2026.

Pernah Jadi Kapten di Usia 25 Tahun

Peran Shah di tim nasional juga semakin besar. Ia pernah dipercaya menjadi kapten Singapura untuk pertama kalinya ketika menghadapi Myanmar, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-25.

Selain belajar dari Shahdan Sulaiman, Shah juga menjadikan kapten reguler Singapura, Hariss Harun, sebagai panutan.

Menurut Shah, Hariss merupakan sosok yang disiplin dan rendah hati. Karakter tersebut menjadi contoh baginya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pemain senior yang semakin dipercaya di tim nasional.

Kini, Shah tampil di ASEAN Championship untuk ketiga kalinya dan menjadi saksi perkembangan Singapura dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, Singapura tersingkir di fase grup. Dua tahun kemudian, mereka berhasil mencapai semifinal sebelum dihentikan Vietnam yang kemudian menjadi juara.

Pada edisi 2026, The Lions kembali menembus empat besar. Namun, mereka kini menghadapi tantangan berat setelah kalah 1-3 dari Thailand pada leg pertama semifinal.

Belajar dari Kekalahan 2024

Pengalaman pada semifinal 2024 menjadi pelajaran penting bagi Shah. Ia menyadari bahwa pertandingan dua leg dapat ditentukan oleh detail-detail kecil dan momen singkat yang terkadang luput dari perhatian.

Pelajaran tersebut kembali terasa ketika Singapura menghadapi Indonesia pada pertandingan terakhir Grup A.

Indonesia membutuhkan kemenangan untuk lolos, sementara Singapura harus menjaga hasil agar tetap berada di jalur semifinal. Pada menit kedua pertandingan, Shah melakukan sliding block untuk menggagalkan peluang Mitch Baker ketika kiper Izwan Mahbud sudah berada dalam posisi sulit.

Singapura akhirnya bermain imbang 1-1 dan memastikan tempat di semifinal.

“Saya pikir pada 2024 saya belajar banyak bahwa kami harus fokus selama 90 menit penuh, baik pada leg pertama maupun kedua. Detail-detail kecil dan momen-momen kecil dapat membuat kami kehilangan sesuatu dalam pertandingan,” ujar Shah.

Thailand Sudah Unggul Dua Gol

Pelajaran tersebut menjadi semakin relevan setelah Thailand tampil efektif pada semifinal leg pertama di Jalan Besar Stadium.

Teerasak Poeiphimai mencetak dua gol dalam 26 menit pertama. Thailand kemudian menambah gol melalui Seksan Ratree pada awal babak kedua.

Singapura baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-84.

Gol tersebut memiliki arti penting karena menjadi gol pertama yang bersarang di gawang Thailand sepanjang ASEAN Hyundai Cup™ 2026. Sebelumnya, Thailand mencatat empat clean sheet pada fase grup.

Meski kalah 1-3, gol Ilhan memberikan sedikit harapan bagi Singapura. The Lions kini membutuhkan kemenangan dengan selisih setidaknya dua gol di Bangkok untuk menyamakan agregat dan menjaga peluang menuju final.

Bagi Shah, tantangan tersebut bukan alasan untuk menyerah.

Mimpi 2012 Jadi Motivasi

Jika Singapura mampu membalikkan keadaan, Shah akan semakin dekat dengan gambaran yang pernah menginspirasinya ketika masih menjadi penonton pada 2012.

Kemenangan atas Thailand di Bangkok akan menjadi salah satu comeback terbesar dalam perjalanan Singapura sekaligus membuka jalan menuju final ASEAN Hyundai Cup™ 2026.

Bagi Shah secara pribadi, keberhasilan tersebut akan memiliki makna lebih dalam karena berkaitan langsung dengan alasan yang dahulu mendorongnya mengejar karier sebagai pemain nasional.

“Ini akan menjadi momen besar dan spesial bagi saya karena menyaksikan tim Singapura memenangkan gelar pada 2012 sangat berarti bagi saya. Itu membuat saya ingin mewakili negara. Saya sangat terhormat mengenakan jersey ini dan mewakili Singapura,” kata Shah.

Pertandingan di Bangkok pun menjadi lebih dari sekadar duel semifinal. Bagi gelandang berusia 25 tahun itu, laga tersebut merupakan kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat yang pertama kali muncul ketika ia menyaksikan Singapura menjadi juara 14 tahun silam.

Kini, dari tribun penonton ia telah berpindah ke tengah lapangan. Dari seorang anak yang bermimpi mengenakan seragam nasional, Shah Shahiran kini memiliki kesempatan membantu Singapura menciptakan kisah baru di ASEAN Hyundai Cup™ 2026.

Dengan tertinggal agregat 1-3, The Lions membutuhkan performa sempurna di leg kedua. Dan bagi Shah, api yang menyala sejak 2012 harus kembali berkobar jika Singapura ingin mengubah mimpi menjadi kenyataan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.