Setidaknya 17 Tewas dalam Bentrokan Baru Selama Demo Antipemerintah Peru
Orang-orang yang tewas Senin di Juliaca mengalami luka tembak, kata seorang pejabat di Rumah Sakit Calos Monge kepada saluran TV Peru.
"Polisi menembaki kami," kata seorang demonstran yang menolak menyebutkan namanya kepada AFP.
"Kami minta Dina mengundurkan diri," imbuhnya. "Terimalah kenyataan bahwa orang tidak menginginkanmu."
"Apa yang terjadi adalah orang-orang Peru saling membantai. Saya meminta ketenangan," kata Wali Kota Juliaca Oscar Caceres dalam permohonan putus asa untuk perdamaian.
Alberto Otarola, kepala staf presiden yang baru, mengatakan ribuan pengunjuk rasa telah mendekati bandara pada Senin dan sekitar 2.000 dari mereka menyerang polisi ketika mencoba menyerbu fasilitas tersebut dengan senjata darurat dan bubuk mesiu.
Demonstran telah mencoba hari Sabtu untuk menyerbu bandara Juliaca, yang dilindungi oleh polisi dan tentara.
Juliaca, yang terletak di wilayah Puno di perbatasan dengan Bolivia, merupakan rumah bagi banyak orang dari suku asli Aymara. Puno telah menjadi sarang pendemo anti-pemerintah sejak krisis terakhir pecah. Pemogokan tanpa akhir diumumkan di sana pada 4 Januari.
Protes terhadap pemerintah Boluarte terhenti selama liburan tahun baru tetapi dilanjutkan hari itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!