Servis CVT Motor Matik: Kapan Roller Perlu Diganti?
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 11 Februari 2025 | 23:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Roller pada sistem CVT motor matik memiliki peran krusial dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Namun, komponen ini dapat mengalami keausan akibat pemakaian, yang kemudian berdampak pada performa kendaraan.
Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, salah satu tanda roller yang aus adalah suara kasar yang berasal dari area CVT karena gesekan yang tidak normal. Selain itu, keausan roller juga dapat membuat distribusi tenaga terganggu sehingga akselerasi terasa kurang responsif. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi merusak komponen lain, seperti drive face dan boss comp, serta meningkatkan biaya perbaikan.
"Roller yang haus atau peyang menyebabkan gesekan tidak normal, mengganggu distribusi tenaga, dan menimbulkan suara kasar dari CVT. Jika terus digunakan, ini juga bisa memengaruhi komponen lain seperti drive face dan boss comp," ujar Wahyu.
Tanda-tanda lain yang menunjukkan roller CVT perlu diganti antara lain tarikan motor yang terasa berat, suara berisik saat akselerasi, serta getaran yang lebih kuat dari biasanya.
"Agar performa motor tetap optimal dan CVT tidak cepat rusak, sebaiknya roller dicek secara berkala setiap 4.000 km atau saat melakukan servis rutin," kata Wahyu.
Selain pemeliharaan berkala, Wahyu mengingatkan pentingnya memilih roller dengan spesifikasi sesuai rekomendasi pabrikan. Roller aftermarket masih bisa digunakan asalkan bobot dan materialnya sesuai standar agar tidak mempengaruhi daya tahan CVT dan performa mesin motor. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!